PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan saat ini Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami musim kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah.

“Berdasarkan laporan dari BMKG, di Babel sampai akhir tahun ini akan kemarau yang menyebabkan kekeringan sehingga akan berdampak terhadap tanaman pertanian dan kebakaran lahan (karhutla) yang akan mengeluarkan banyak asap,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kepulauan Babel, Hardiansyah kepada Timelines.id di Pangkalpinang, Selasa, (15/8/2023).

Hardiansyah mengatakan BMKG memperkirakan 80 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang diiringi dengan kekeringan karena meningkatnya suhu permukaan laut karena pengaruh ElNino.

Baca Juga  ASN Babel mau Nyaleg? Ini Regulasi KASN yang Harus Dipatuhi

Dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi juga akan muncul kekeringan dan banyaknya asap yang dapat juga menyebabkan penyebab bencana.

Penyebab karhutla karena pembukaan hutan baru secara sengaja dari sekelompok warga yang tidak bertanggungjawab dan cara membakar sampah serta membuang puntung rokok sembarangan.

Masyarakat harus melihat kekurangan dan kelebihan di daerah agar dapat mencegah dan mengurangi kerentanan bencana seperti adanya spanduk larangan membuang sampah dan serpihan kaca atau seng ke lokasi yang berpotensi lahan kering.