Babel akan Alami Kemarau Panjang, Ini Dampaknya
Langkah antisipasi lainnya yakni masyarakat bisa membentuk satgas bencana atau personil yang akan rutin melakukan Patroli dan berkoordinasi bersama aparat pemerintah setempat agar dapat panduan sehingga dapat mengontrol pembuangan sampah dan karhutla bisa kita minimalisir.
“Kita memberikan pemahaman ke masyarakat tentang cara menangani dan berinteraksi dengan bencana karena banyak masyarakat yang masih beluk paham tentang bencana dan musibah. Musibah hanya menimpa diri sendiri sedangkan bencana ada 4 unsur.
Empat unsur yang masuk kategori bencana, yakni saat ada korban jiwa, korban harta benda, kerusakan lingkungan dan gangguan psikologi.
Di Babel bencana yang rentan terjadi yakni hidrometeorologi seperti angin puting beliung, banjir dan
Jika tertimpa bencana ada cara untuk mendapat bantuan pemerintah, masyarakat bisa bersurat kepada pemerintah untuk minta air bersih seperti Pesantren di Petaling sulit dapat air bersih sehingga mereka bersurat ke Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup dan akhirnya dibantu oleh Pemerintah.
“Dan jika kebakaran yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian hartajuga bisa bersurat dulu ke Kepala Desa atau Dusun untuk mendapat rekomendasi bantuan dari pemerintah. Disini bahan pokok sandang pangan juga akan dibantu oleh pemerintah,” ujarnya.*

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.