Bangsa ini sudah merdeka 78 tahun yang lalu, tetapi para pemuda bangsa masih dijajah oleh rasa malas, banyak anak muda saat ini menyukai hal-hal yang instan, mulai dari makanan bahkan mencari jawaban di Google ketimbang membaca buku.

Akibat minimnya kesadaran atau bahkan pengetahuan yang dimiliki generasi muda, menjadi sebab akan cepatnya mereka terpengaruh berita hoaks dikarenakan malas membaca.

Faktor lainnya adalah pacaran yang sangat digemari sebagian generasi muda, pacaran itu sendiri memiliki dampak negatif seperti; kekerasan fisik, kekerasan seksual, cenderung menjadi pribadi yang rapuh dan menurunnya konsentrasi.

Karena banyak anak muda saat ini menghabiskan waktunya untuk berpacaran ketimbang melakukan hal-hal positif, tidak sedikit juga anak muda yang selalu merasa galau akibat putus cinta.

Baca Juga  Kerangka Yuridis dan Arsitektur Kebijakan Muatan Lokal di Bangka Selatan

Para pemuda berpikir kehidupan mereka hanya tentang  percintaan dan hura-hura semata.

Namun tentu tidak semuanya pemuda seperti itu. Pemuda bisa meneladani para pahlawan dengan cara giat belajar, meninggalkan rasa malas, serta menggunakan media sosial untuk kegiatan yang positif.

Jadi tinggal kita memilih, menjadi pemuda merdeka atau tetap terjajah nafsu kemalasan?

Dela Sapira adalah Mahasiswa Poltekes Kemenkes Pangkalpinang, Bangka Belitung