“Warga sudah heboh, bahkan ricuh karena memang tanah itu milik desa kami. Ini bisa menjadi hal yang sangat riskan terjadi benturan,” terangnya.

“Saat ini kami berusaha menenangkan warga, agar tidak terprovokasi dan ini harus ada kejelasan dari semua pihak dengan adanya sosialisasi atau tabayun dulu,” sambungnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke Bupati dan juga Pj Gubernur terkait masalah pencaplokan tanah ini dan masih menunggu itikad baik dari Pemerintah Bangka Selatan.

“Kami masih menunggu itikad baik. Surat sudah kami layangkan, tapi masih melakukan pembangunan. Ini bisa terjadi konflik kalau diteruskan,” ujarnya.

Hingga kini, pemerintah Bangka Tengah masih menunggu balasan surat dari Bangka Selatan dan juga balasan dari Pj Gubernur terkait hal ini.

Baca Juga  Polsek Belinyu Amankan 34 Paket Petasan Daya Ledak Tinggi