Semester I 2023, Ratusan Istri di Babar Gugat Cerai Suaminya
“Penyebabnya didominasi persoalan ekonomi, suami tidak memberi nafkah atau kurang nafkah. Sehingga dengan kebutuhan tinggi, anak yang banyak, sehingga terjadi pertengkaran masalah kekurangan nafkah ini dan berujung ke perceraian,” terangnya.
Menurut Adi Sufriadi, kasus perceraian tahun 2023 di Babar terbilang menurun dibanding tahun 2022 lalu. Pasalnya, pada tahun 2022 lalu terdapat 517 kasus perceraian dengan rincian terdiri dari 418 gugatan para istri dan 89 permohonan suami.
“Kalau berdasarkan data itu menurun dibandingkan tahun lalu mencapai 517 kasus. Sekarang sudah bulan Agustus, namun kasus baru terdaftar 252. Jadi tinggal ada 4 bulan lagi ke depan sampai Desember, kelihatannya secara statistis menurun,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.