Dua Kelompok di Desa Mendobarat Saling Pasang Portal Jalan Menuju Kebun Kelapa Sawit, Ternyata Begini Ceritanya
Di tengah aksi pembongkaran portal, masyarakat juga membentangkan sejumlah spanduk yang berisi protes terhadap pemasangan portal yang diklaim sepihak, karena tanpa sepengetahuan dan seizin warga.
Dijelaskan Razak, lahan yang di kelola Kelompok Tani untuk berkebun sawit seluas 300 hektar.
Lokasi tersebut silang menyilang dengan perkebunan milik PT SALM sehingga akses terdekat jalan masuk untuk para petani dan perusahaan kerab menggunakan jalan yang dapat di akses dari Desa Rukam.
“Jadi akses jalan yang paling dekat itu cuma satu. Di mulai di Desa Rukam. Dan memang masuk lahan PT SALM. Dan 1 km selanjutnya masuk ke area perkebunan kelompok tani. Setelah itu di belakang masuk lagi akses jalan utk perkebunan PT SMAL,” ujarnya.
Kata Razak, selama ini tidak ada masalah hingga tiba tiba PT SMAL memasang portal di Desa Rukam. Jadi kami harus memutar arah jalan yang jauh untuk akses menuju kebun.
Menurut Razak, pihaknya sudah melaporkan permasalahan ini kepada Kepala Desa Mendo untuk dicarikan solusinya. Dan pihak desa berjanji akan mempertemukan kedua belah pihak usai acara HUT Kemerdekaan RI.
“Pak Kades sudah ada menawarkan solusi agar kami kedua belah pihak bisa tentram sama sama berkebun seperti semula. Kami setuju saja. Tapi tidak tau dari pihak PT SALM. Hanya saja kami tidak mau ada keributan selama belum ada solusi yang nyata. Capek juga kalau harus ribut ribut”, kata Razak.
Dirinya berharap polemik yang terjadi antara kedua belah pihak dapat diselesaikan satu meja.
Dan tidak terjadi saling serang antara kedua belah kubu hingga menunggu adanya hasil yang disepakati bersama.
“Kami hanya berharap adanya komunikasi dua arah antara PT SALM dan kami sebelum melakukan suatu tindakan sehingga bisa dibicarakan dan tidak terjadi konflik. Selama ini mereka melakukan tindakan tidak pernah komunikasi dulu. Mengingat kami sama sama mengelola lahan di Desa Mendo. (Zuesty Novyanti)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.