Nurtanio dan Habibie: Api Semangat Kebangkitan Teknologi Indonesia
Tidak sebatas itu, produktifitas Nurtanio terus berlanjut dimana pada tahun 1955, Nurtanio bersama tim dapat membuat pesawat anti grilya pertama di Indonesia dengan sigle engine dengan nama Si Kumbang.
Setelah itu Nurtanio membuat pesawat Belalang dan Kunang yang digunakan sebagai peswat latih calon penerbang AURI saat itu dan kegiatan olahraga.
Selain pesawat, produktifitas Nurtanio juga merambah pada protetipe Helikopter yang diberi nama Kolentang serta pesawat pertanian bernama Gelatik.
Namun kebangkitan teknologi Indonesia pertama tersebut harus berhenti, hal itu dikarenakan Nurtanio Pringgoadisuryo gugur dalam kecelakaan pesawat yang dikemudikannya pada 21 Maret 1966 di Klara Condong, Bandung.
Atas jasa-jasanya, Nurtanio Pringgoadisuryo kemudian dianugrahi dengan sembilan bintang jasa karena pengabdiannya kepada bangsa dan negara bahkan namanya juga disematkan sebagai salah satu nama universitas di Bandung, yaitu Universitas Nurtanio.
Selain itu nama Nurtanio Pringgoadisuryo juga pernah disematkan menjadi nama industri kedirgantaraan Indonesia, yaitu Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) atau hari ini PT. Dirgantara Indonesia.
Hari ini kedua tokoh tersebut telah berpulang, namun api semangat kebangkitan teknologi bagi generasi hari ini (melenial) masih terus hidup dan berkobar.
Oleh karena itu, kita sebagai negara dan bangsa, patut meneruskan perjuangan kedua tokoh tersebut dalam membangkitkan industri teknologi di dalam negeri (Indonesia).
Dengan terus berinovasi dan mengembangkan industri teknologi dengan dukungan pemerintah dan generasi melenialnya.
Amin, terimakasih Nurtanio Pringgoadisuryo dan Bacharuddin Jusuf Habibie.
Salam Teknologi Indonesia Bangkit, Salam 28 Tahun Kebangkitan Teknologi Indonesia.
Merdeka, Merdeka, Merdeka!
Penulis adalah pengajar di SMPN 2 Lepar, Bangka Selatan

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.