BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Viral di media sosial Facebook (FB) adanya cerita pahit di balik megah dan meriahnya kegiatan grand opening ceremony Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Bangka Belitung (Babel) pada Selasa (22/8/2023) malam di Stadion Utama Sejiran Setason.

Cerita pahit nan dirasa mengecewakan itu khususnya pada saat penampilan tari kolosal yang mengawali acara. Di mana tersiar kabar bahwa para seniman atau penari yang terlibat tak dilayani dengan baik, latihan yang berpindah dan sekelumit cerita lainnya.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Ketua PB Porprov VI Babel Bong Ming Ming memberikan respons atas cerita yang mungkin tidak enak didengar itu. Pertama berkenan dengan fasilitas untuk latihan. Kata dia, kondisi stadion sebelum pembukaan sudah digunakan untuk pertandingan beberapa cabor.

Baca Juga  Kabupaten Bangka Raup 7 Medali Emas Cabor Renang Porprov VI Babel

“Seperti atletik dan sepak bola di mana sudah berjalan sebelumnya, jadi untuk sinkronkan waktu antara jadwal latihan penari dan pertandingan agar pas itu tidak mudah. Makanya kalau bisa ade tempat lain dipindahkan ke tempat lain, dulu,” ujarnya, Kamis (24/8/2023) sore melalui telepon genggamnya.

Berlanjut pada saat hari terakhir, penari akan melakukan gladi kotor, kata dia, sebenarnya sudah disampaikan bahwa kondisi lapangan baru saja digunakan oleh kegiatan lain. Pihak pengelola tentunya harus melakukan treatment (perawatan) terhadap rumput stadion.

“Petunjuk dari Dinas PU saat itu, besok baru bisa dipakai lagi. Jadi ada hal-hal teknis yang harus dipahami juga berkenaan tanggung jawab Dinas PU terhadap lapangan. Kemudian dari sisi pengamanan, ada yang mengatakan kok masyarakat hanya nonton dari luar pagar,” katanya.

Baca Juga  Hadiri Opening Ceremony Porprov VI Babel, Ini Pesan Kabid Organisasi KONI Pusat

“Ada kekhawatiran seandainya masyarakat dibiarkan masuk tentang kondisi lapangan. Di sana ada karpet, ada yang merokok dan terjadi insiden, yang rugi bukan hanya masyarakat yang menonton saja. Tapi seluruh masyarakat Babar, karena bangunan ini dari anggaran APBD,” katanya.

Terlebih, kata Bong Ming Ming, tribun penonton baru ada satu dan kalau pun sudah lengkap kemungkinan malam itu bisa memfasilitasi masyarakat masuk. Selanjutnya tamu VIP. Tamu VIP yang boleh masuk ke kawasan stadion sesuai daftar dan memiliki kartu VIP.

“SOP ini sudah dibuat demi kelancaran acaranya. Kenapa kawan-kawan semua sudah dikumpulkan ke sport hall mulai jam 5 karena keterbatasan armada pengangkut kita dan antisipasi terjadi kemacetan. Dan untuk dapat fasilitas makan minum, ternyata ada perbedaan pandangan,” katanya.

Baca Juga  Lepas Kontingen Kabupaten Bangka ke Porprov VI Babel, Mulkan Siapkan Bonus Tambahan bagi Atlet Berprestasi

“Maka ada yang tidak dapat makanan. Kemudian jarak sport hall ke stadion itu sekitar 100-150 meter, malam, kalau baru saat acara jam 7 kita drop, defile, penari, pelaku seni dan lainnya tidak bisa dilakukan. Kenapa setelah itu mereka tidak bisa diantar, karena kondisi kawasan sudah padat,” katanya.

Maka, di lapangan terkesan terlantar, padahal tidak demikian. Bong Ming Ming juga menyayangkan kondisi yang mungkin dianggap memilukan itu muncul ke permukaan dari salah seorang yang berdinas di Satpol PP Babar, sehingga tersebar dan viral di media sosial.