“Kami tak mempermasalahkan dia tak ada di lapangan melakukan penjagaan bersama tim pengamanan. Ini sudah tidak bertanggungjawab di lapangan, berkomentar seperti itu padahal sebagai anggota Satpol PP harusnya paham dengan kondisi seperti itu. Bukan kita tidak menghargai seniman, tapi kondisinya yang memang macet,” ujarnya.

Oleh karena itu, mewakili PB Porprov VI Babel Bong Ming Ming menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menimpa masing-masing defile, pelaku seni dan penari pada acara malam itu. Sehingga harus berjalan di atas tanah merah berbatu sejauh 100-150 meter.

*Tanggapan Sutradara Tari Kolosal dan Ketua Sanggar Kampuseni Mentok

Sementara itu, Sutradara Tari Kolosal dalam grand opening Ceremony Porprov VI Babel Joko HP mengatakan sebenarnya proses latihan tari kolosal tidak ada permasalahan awalnya. Semua lancar dan berjalan hampir 2 bulan di lapangan atletik Pemkab Babar.

Baca Juga  Juara Bersama Terjadi di Nomor Lompat Tinggi Putra, Ini Rekap Pertandingan Cabor Atletik Hari Kedua

“Karena ada kegiatan Paskibraka kami harus geser tempat pindah ke Gelora. Sempat bertanya ke wabup ingin pakai stadion dijawab beliau boleh, lapangan itu dibuat untuk dipijak. Tapi karena jumlah penarinya banyak dan lokasinya jauh kita putuskan latihan di Gelora,” katanya.

Namun pada saat menjalani latihan di Lapangan Gelora Mentok, pihaknya sempat diminta pindah lagi karena di sana akan digunakan sebagai venue cabor tinju. Akhirnya, latihan kembali pindah ke komplek Peltim Mentok dan semuanya difasilitasi Dinas Pariwisata.

“Snack, makan termasuk transportasi ngangkut alat dibantu semua oleh dinas pariwisata. Nah yang jadi kendala waktu kami mau latihan di stadion kita kan perlu adaptasi dengan tempatnya sebenarnya tempat kami untuk menari tapi diusir disuruh pulang,” ujarnya.

Baca Juga  BREAKING NEWS: Viral! Aksi Pencurian Kotak Amal di Masjid Ar Rahman Belinyu Terekam Kamera CCTV

“Kita bawa orang bolak-balik ke sana akhirnya disuruh pulang orang yang punya lapangan. Alasannya masih perawatan sedang dikerjakan. Jadi pas lagi latihan air tiba-tiba hidup kita kena siram. Memang sebelum kita latihan orang latihan bola dulu di situ,” katanya.

Untuk prosesi make up yang dilakukan di SMK N 1 Mentok, tak jauh dari kawasan Stadion, Ketua Sanggar Kampuseni Mentok itu menambahkan semuanya difasilitasi dinas pendidikan. Setelah selesai make up, sore itu pihaknya hendak berangkat ke stadion.

“Ternyata oleh penjaga kita tak dikasih masuk, seharusnya sudah tahu ini talent kasih waktu dan tempat masuk sebentar untuk bus, penari turun bisnya keluar. Jadi terpaksa kita jalan kaki tak pakai sandal kerikil. Kostum binturong itu juga seharusnya surprise tapi sudah dilihat orang duluan,” bebernya.

Baca Juga  Promosikan Situs Judi Online di Instagram, Seorang Pria di Bangka Diamankan Polisi  

“Terkait ada pernyataan yang viral di medsos itu, itu pernyataan pribadi dia, bukan atas nama kami dari sanggar kampuseni. Karena dari kita walapun bagaimana insiden itu tetap mengapresiasi Pemda yang telah melibatkan seluruh seniman Babar. Kalau dalam acara ini menggunakan koreografer atau seniman lain mungkin kami akan kecewa tapi ini kami dipercaya untuk menggarap ini kami sangat berterima kasih,” pungkasnya.