Awas Bahaya Cacingan, Kenali Cara Penularan dan Pencegahannya
Cacingan adalah salah satu faktor penyebab stunting atau kurang gizi. Kelompok anak usia sekolah dasar adalah salah satu kelompok umur yang rentan terhadap penyakit-penyakit kekurangan gizi.
Cacingan secara kumulatif pada manusia dapat menimbulkan kehilangan zat gizi berupa karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga dapat menurunkan produktivitas kerja.
Cacingan juga dapat menghambat perkembangan fisik. Cacingan juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lainnya.
Cacingan jarang sekali menyebabkan kematian secara langsung, namun sangat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Cacingan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktivitas penderita.
Infeksi cacing pada manusia dapat dipengaruhi oleh perilaku, lingkungan tempat tinggal dan manipulasinya terhadap lingkungan.
Penyakit cacingan dapat menyebabkan kekurangan gizi karena semua nutrisi diserap oleh cacing akan membuat perkembangan mental dan fisik anak terganggu, anak menjadi mudah sakit karena turunnya imun, stunting, berkurangnya kecerdasan anak serta pada beberapa kasus juga dapat menyebabkan kematian pada anak.
Kematian anak akibat cacingan biasanya karena sudah terlalu banyak cacing di dalam tubuh si kecil, hingga membuat cacing menjelajah ke organ tubuh yang lain seperti paru-paru dan lainnya.
Penularan cacingan
Ada beberapa cara penularan cacingan, diantaranya:
Melalui tanah
Tanah yang lembap memungkinkan telur Ascaris dan Trichuris berkembang biak dengan cepat. Tanah berpasir yang gembur di daerah pedesaan dan pertambangan sesuai untuk pertumbuhan larva cacing tambang.
Kondisi tanah yang kering dan berdebu juga bisa menyebabkan telur terbawa angin sehingga penularan Enterobius lebih mudah terjadi antara orang yang satu dengan yang lainnya.
Tidak memakai alas kaki setiap keluar rumah atau beraktivitas mengakibatkan anak terinfeksi cacing karena larva cacing tambang akan masuk melalui pori-pori kulit yang tidak memakai alas kaki.
Kontak langsung
Penularan cacingan lainnya, yaitu Hymenolepis dapat terjadi karena kontak langsung, yaitu telur cacing yang masuk dari tangan ke mulut.
Selain manusia, tikus juga berperan sebagai inang pejamu pada himenolepiasis, sehingga makanan yang tercemar tinja tikus dapat dicurigai.
Penularan cacing Enterobius sangat mudah terjadi karena telur dapat segera matang setelah dikeluarkan oleh cacing betina, dapat masuk ke mulut melalui tangan atau makanan yang terkontaminasi, dan dapat terhisap melalui pernafasan karena telur dapat melayang di udara, bahkan dapat mengalami auto-infeksi saat telur yang menempel di anus langsung menetas kembali menjadi larva.
Melalui udara
Sebelum anak terkena cacingan, awalnya telur cacing keluar dari perut manusia bersama kotoran. Jika kotoran itu dialirkan ke sungai atau got, maka setiap tetes air akan terkontaminasi telur cacing.
Jika air yang telah tercemar dipakai orang lain untuk menyirami tanaman atau aspal jalan, telur-telur itu naik ke darat. Begitu air mengering, mereka menempel pada butiran debu. Telur lainnya terbang ke tempat-tempat yang sering dipegang tangan manusia.
Penyakit cacingan sangat berpengaruh bagi kesehatan anak. Karena itu diperlukan langkah pencegahan yang tepat untuk memutus rantai penyakit cacingan, dengan cara penerapan gaya perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, berikan juga obat cacing secara rutin pada anak untuk mencegah tertular cacingan.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.