Rapat Bina Pamong, Sukirman Serap Aspirasi Masyarakat soal Jalan Rusak, Sanitasi hingga Rombel
“Siswa kami ada 226 orang pak, harusnya 13 rombel (rombongan belajar-red) tapi hanya punya ruang kelas 9. Kami juga tidak mempunyai ruang guru kantor musala tidak ada, kami telah mengajukan kekurangan itu melalui sistem dapodik namun tidak ada respon,” ujarnya.
Sementara, Bupati Babar Sukirman siap menindaklanjuti seluruh keluhan dan aspirasi tersebut. Sesuai dengan tujuan rapat bina pamong agar masyarakat di lapisan paling bawah dapat menyampaikan aspirasi ke pemerintah daerah.
“Kalau infrastruktur jalan Semulut nanti kita akan tetap berkomunikasi dengan provinsi dan sekolah tadi kekurangan ruang itu bisa kita intervensi langsung. Ruang kelas itu insya allah namun masih keterbatasan lahan. Namun bisa direnovasi,” kata Sukirman.
Begitu juga fasilitas penerangan jalan, ia mengatakan pihaknya bakal segera memasang lampu itu di titik-titik bahaya seperti tikungan karena hampir semua jalan di sini tidak ada lampu jalan.
“Untuk 13 KK yang belum memiliki yang belum ada WC. Kami segera di tahun 2024 ini. Sedangkan untuk mobil ambulans pemerintah desa, mereka sudah mengusulkan ke anggota DPR RI, Zuristyo Firmadata,” ucapnya.
Sukirman berharap dengan kegiatan bina pamong ini lebih dalam lagi, pertemuannya buka hanya seremonial saja. Namun benar-benar bermanfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (**/Dev)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.