Membentuk Identitas melalui Pembangunan Kawasan
Selanjutnya, dibangunnya gerbang kawasan pendidikan di Lampung Tengah yang juga ditetapkan Kabupaten Lampung Tengah sebagai Kota Pendidikan oleh penetapan Provinsi Lampung.
Kawasan Pendidikan Cikokol Kota Tangerang juga merupakan salah satu upaya yang ditetapkan pemerintah kota Tanggerang karena terdapat pendidikan di kawasan tersebut yang lengkap mulai dari Pendidikan Dasar sampai ke Perguruan Tinggi.
Kawasan pendidikan di Provinsi Bangka Belitung sendiri tentunya perlu ditetapkan sebagai satu kawasan yang terintegrasi.
Misalnya, kita memiliki sekolah mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi di kawasan Balunijuk.
Kabupaten Bangka atau kita juga memiliki kawasan pendidikan di Kelurahan Kacang Pedang mulai dari tingkat dasar sampai ke perguruan tinggi atau kita juga memiliki kawasan pendidikan di Kelurahan Keramat yang juga dalam kondisi yang sama mulai dari SD sampai ke Perguruan Tinggi.
Selain itu, juga dapat dikembangkan kawasan pendidikan di tempat-tempat yang lain di Bangka Belitung.
Gerbang-gerbang sebagai pintu depan kawasan pendidikan dapat menunjukkan ciri dan pengenalan ke publik bahwa adanya konsentrasi penuh pemerintah dalam memajukan pendidikan di Bangka Belitung.
Pembangunan gerbang ini bisa juga dilakukan atas koordinasi yang dilakukan dengan Swasta/Dunia Usaha/Dunia Industri dalam aspek pendanaannya.
Peran tersebut juga dapat tertulis dalam goretan tulisan di Gerbang tersebut sebagai bentuk kepedulian perusahaan yang tidak hanya tujuan “Profit Oriented” saja, namun ada aspek kepedulian sosial untuk pembangunan di Bangka Belitung.
Ini dirasakan tentunya bukanlah sesuatu yang berat bagi Dunia Usaha untuk melakukan hal tersebut.
Untuk menggerakan kawasan tersebut sebagai kawasan pendidikan perlu didorong dengan penguatan peraturan daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dan perlu dikoordinasikan dengan baik antar lintas kabupaten/kota dengan provinsi.
Tentunya sebagai masyarakat kita perlu memiliki kebanggaan yang bersifat iconik dan dapat menjadi monumental peradaban ke depan sebagai tonggak kemajuan daerah dari aspek pendidikannya.
Kemudian yang harus dipikirkan bagaimana gerbang kawasan tersebut memiliki keseragaman yang utuh antara satu dengan yang lain dan memiliki kecirian tertentu, seperti: adanya ornamen-ornamen Melayu di dalamnya sehingga kita memiliki karakteristik dan identitas yang baik ke depannya.
Bangunan gerbang kalo dipikir-pikir merupakan hal yang sering kita lihat bahkan sudah menjadi hal yang biasa terlihat bagi pandangan mata.
Namun demikian, tidaklah kita menyangka bahwa jika adanya nilai estika dan memiliki karakteristik tertentu dengan keseragaman yang sama di dalamnya tentunya ini bisa menjadi daya dukung dan nilai kemajuan suatu daerah.
Seharusnya ini bisa menjadi pemikiran kita bersama bahwa itu bisa menjadi penting untuk menjadikan keindahan wajah kota dan identitas daerah di dalam kawasan tersebut.
Identitas daerah/kawasan menjadi penting apalagi jika dilakukan dengan polesan-polesan keindahan dan nuansa karakteristik yang kuat pada ornament gerbang tersebut.
Dalam memasuki usia 23 tahun provinsi ini sudah saatnya ada pemikiran-pemikiran inovatif pembangunan yang selama mungkin belum difokuskan pada aspek-aspek penciptaan kawasan tertentu, batas gerbang wilayah kabupaten/kota atau desa maupun kelurahan. Tentunya ini dapat menjadi harapan dan memberikan kebanggan bagi kita semua pada masa depan. Semoga!
Dr. Darus Altin, SE, MMSI, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.