3 Bahaya Screen Time Menurut IDAI, Jangan Kebablasan Bunda
“Live video chatting yang didampingi karena mampu menambah berbagai kata-kata baru bila dilakukan secara interaktif bersama orang tua. Bukan bayi di bawah 2 tahun dikasih HP, terus ditinggal. Itu ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerti terhadap apa yang mereka lihat, karena didampingi. Jadi interaktif live video chat itu dibolehkan untuk anak di bawah 2 tahun,” ucapnya.
Lantas, seperti apa dampak anak yang terlalu banyak melakukan screen time? Simak penjelasan dr. Wawan pada laman berikutnya ya, Bunda.
Dampak screen time pada anak
Dokter Wawan mengungkapkan beberapa dampak screen time pada anak. Kalau penasaran, berikut ini deretannya:
1. Obesitas
Anak yang melakukan screen time secara berlebihan berhubungan erat dengan peningkatan indeks masa tubuh, Bunda. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan berat badan anak di usia selanjutnya.
Dokter Wawan mengungkapkan penelitian menyebut durasi screen time 2 jam masih menyebabkan anak mengalami obesitas. Terlebih jika anak melakukan screen time sambil makan.
“Ketika menggunakan durasi dua jam screen time-nya, ternyata masih ada peningkatan obesitas. Ini pengaruhnya signifikan kalau ada paparan iklan makanan. Ditambah screen time saat anak makan. Screen time saat makan itu faktor tidak langsung anak terpicu obesitas. Jadi hati-hati,” ujarnya.
2. Pola dan kualitas tidur menurun
Anak-anak usia 3-5 tahun yang menggunakan media berbasis layar memiliki kualitas tidur yang menurun dibandingkan anak yang tidak screen time, Bunda. Bisa jadi hal ini karena anak terpengaruh konten atau adanya pengaruh dari cahaya biru.
“Karena pengaruh konten materi dalam media tersebut. Mungkin karena saking senangnya dia enggak tidur-tidur. Yang kedua yang kita tidak pernah tahu adalah adanya supresi dari adanya hormon melatonin di dalam tubuhnya anak oleh emisi cahaya biru,” imbuhnya.
3. Perkembangan anak terhambat
Dokter Wawan mengungkapkan ada begitu banyak bukti penelitian yang mengaitkan screen time dengan gangguan perkembangan anak. Mulai dari gangguan kognitif, bahasa, hingga perilaku sosial.
“Sudah begitu banyak bukti penelitian yang mengaitkan screen time yang berlebihan di usia dini dengan gangguan kognitifnya, gangguan bicara dan bahasa, serta gangguan perilaku dan sosialnya. Jadi ini sudah tidak bisa terbantahkan karena ini bukan pendapat pribadi personal, tapi ini studi yang banyak,” ungkapnya.
Penyebabnya adalah hal yang sekunder, Bunda. Bisa jadi karena interaksi antara orang tua dan anak berkurang, atau fungsi keluarga di dalam rumah tangga berkurang.
“Penyebabnya sebenarnya sekunder. Karena interaksi orang tua dan anak berkurang dan fungsi keluarga di dalam rumah tangga juga berkurang,” tuturnya. (Dilansir dari Haibunda.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.