Nabi Musa AS bisa berbicara langsung kepada Allah SWT. ketika dia mendapatkan wahyu pertama kali di sebuah bukit bernama bukit Thur Sina. Hal ini dijelaskan pada Al-Qur’an surat An Nisa 164:

وَكَلَّمَ اللَّـهُ مُوسَى تَكْلِيمًا “Wa kallamallahu Musa taklima.” Yang artinya: “Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.” Dalam Alquran surat Thaha 9-10, Allah berfirman:

وَهَل أَتاكَ حَديثُ موسى*إِذ رَأى نارًا فَقالَ لِأَهلِهِ امكُثوا إِنّي آنَستُ نارًا لَعَلّي آتيكُم مِنها بِقَبَسٍ أَو أَجِدُ عَلَى النّارِ هُدًى

“Hal ataaka hadisu Musa. Idz raa-a naaran faqaala li-ahlihimkutsu inni anastu naaran la’alli atikum minha biqabasin aw ajidu alannaari hudan.”

Yang artinya: “Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: Tinggal lah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan menapat petunjuk di tempat api itu.”

Baca Juga  Xiaomi Redmi K70 Pro, Puas Main Game dengan Layar 6,67 Inch

Peristiwa inipun dikenal sebagai Firman Tuhan. Di bukit ini pula beliau diberikan tongkat oleh Allah SWT.

Tongkat Menjadi Ular, Mukjizat Nabi Musa Berikutnya

Nabi Musa AS. pernah ditantang oleh penyihir untuk menunjukkan kekuasaan Allah SWT. Diawali dengan para penyihir yang berlomba-lomba menyulap tali menjadi ular. Nabi Musa menghadapi mereka dengan tongkat pemberian Allah SWT. dan dalam sekejap, tongkat tersebut menjadi ular dewasa yang sangat besar dan memakan ular-ular penyihir.

Tongkat yang Bisa Membelah Lautan

Mukjizat Nabi Musa AS yang satu ini merupakan mukjizat yang paling terkenal. Diawali ketika Bani Israil yang berbalik menjadi pengikut Nabi Musa, yang membuat Raja Fir’aun menjadi murka. Ia mengetahui bahwa Nabi Musa dan Bani Israil akan meninggalkan Mesir menuju baitul madqis.

Baca Juga  4 Bahaya Blue Light Handphone atau Laptop untuk Kesehatan Mata

Fir’aun beserta prajuritnya berusaha mengejar rombongan Nabi Musa hingga ke pinggir Laut Merah. Dengan kondisi terdesak, Allah SWT. memerintahkan Nabi Musa untuk melempar tongkatnya ke laut. Dengan kuasa-Nya, Nabi Musa membelah lautan dengan tongkatnya. Rombongan Nabi Musa AS berhasil melewati lautan tersebut.

Raja Fir’aun yang masih berada di tepi laut berusaha untuk mengejar rombongan Nabi Musa, dengan keadaan lautan masih terbelah membentuk tebing.

Namun, dengan kehendak Allah SWT, laut tersebut kembali tertutup ketika Fir’aun dan prajuritnya sedang berada di tengah jalan. Sehingga, rombongan Fir’aun tenggelam di tengah Laut Merah. Sedangkan rombongan Nabi Musa sudah berada di seberang timur laut merah.

Baca Juga  Doa Saat Turun Hujan Agar Tidak Mendatangkan Banjir

Itulah kisah Nabi Musa AS beserta mukjizat yang didapatnya. Beliau berdakwah dengan sabar dan pantang menyerah untuk menyebarkan ajaran Allah SWT. Sosok yang dihadapi juga tidak mudah, seorang Raja yang sangat zalim, keji, bahkan seringkali bertindak sewenang-wenang terhadap warganya.

Hal ini merupakan pengingat untuk kita agar terus sabar dan terus berusaha di tengah berbagai tekanan. Seperti kisah Nabi Musa di atas, jika Allah SWT. berkehendak, maka usaha yang telah diperbuat akan menghasilkan hasil yang baik juga.(Dilansir dari Dompetdhuafa.org)