Selain menambah kalori, minyak untuk menggoreng kerupuk mengandung lemak jenuh. Tubuh nantinya akan mengubah lemak jenuh menjadi kolesterol.

Lama-kelamaan, kolesterol menumpuk di pembuluh darah dan menyumbat aliran darah.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit jantung, seperti serangan jantung hingga stroke.

3. Diabetes melitus

Tepung yang digunakan untuk membuat kerupuk merupakan karbohidrat. Karbohidrat akan dicerna dan dipecah menjadi gula. Nantinya, gula ini pun beredar di peredaran darah.

Apabila Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan bertepung tinggi, karbohidrat yang dipecah menjadi gula pun semakin banyak.

Bila makan kerupuk terlalu banyak, risiko memiliki gula darah tinggi pun meningkat. Akibatnya, Anda pun rentan terkena diabetes melitus.

Baca Juga  Mengenal Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk, Simak Penjelasannya

4. Gangguan pencernaan

Serat dalam kerupuk sangat rendah. Padahal, Anda tetap butuh asupan serat setiap hari agar BAB lancar sehingga kotoran tidak menumpuk di usus.

Selain itu, penelitian terbitan World Journal of Gastroenterology (2016) juga menyatakan bahwa lemak jenuh dari minyak goreng kerupuk akan mengganggu keseimbangan bakteri usus (mikrobiota usus).

Hal ini membuat Anda rentan mengalami gangguan pencernaan.(Dilansir dari Hellosehat.com)