●Keluarnya cairan vagina yang bening, putih, atau kehijauan.
●Keluarnya cairan dari penis.
●Bau yang menyengat pada vagina.
●Gatal atau iritasi pada penis.
●Sakit ketika senggama.
●Sakit ketika buang air kecil.

4. Herpes genital

Jenis penyakit kelamin ini terjadi akibat infeksi virus herpes simpleks (HSV) yang masuk ke tubuh lewat luka kecil atau selaput lendir. Kehadirannya jarang disadari karena sering muncul tanpa gejala.

Meski begitu, ada beberapa tanda dan gejala umum yang bisa Anda deteksi. Berikut sejumlah gejala herpes genital.

●Muncul benjolan merah kecil, kulit melepuh, atau luka terbuka di sekitar area genital.
●Rasa sakit atau gatal di sekitar area genital, bokong, atau paha bagian dalam.
●Adanya benjolan atau bisul yang disertai dengan rasa sakit ketika buang air kecil.

Baca Juga  Ibu Menyusui Apakah Boleh Minum Air Es atau Kopi?, Ini Jawabannya

5. Hepatitis

Hepatitis A, B, dan C merupakan penyakit infeksi yang menyerang hati. Jalur penyebaran utama penyakit hepatitis B dan hepatitis C ialah melalui cairan tubuh ketika berhubungan seks.

Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

●badan lemah,
●mual dan muntah,
●nyeri pada bagian perut,
●kehilangan nafsu makan,
●demam,
●urine berwarna gelap,
●nyeri pada sendi atau otot,
●gatal, serta
●kulit berwarna kuning.

6. Human papillomavirus (HPV)

Human papillomavirus (HPV) merupakan salah satu jenis virus yang menyebabkan penyakit kelamin ketika seseorang berhubungan seksual tanpa kondom.

Terkadang, infeksinya tidak memicu kemunculan gejala. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang dapat menjadi tanda infeksi virus penyebab kanker serviks ini, antara lain:

Baca Juga  6 Manfaat Jeruk Nipis Bagi Ibu Hamil Muda

●munculnya daging kecil berwarna merah atau keabu-abuan di sekitar area genital,
●munculnya kutil yang berbentuk seperti kembang kol,
●rasa gatal atau tidak nyaman di area kelamin, serta
●perdarahan saat berhubungan seks.

7. Human Immunodeficiency Virus (HIV)

HIV merupakan salah satu virus yang cara penyebarannya melalui hubungan seks. Awalnya, infeksi virus ini mungkin tidak akan menunjukkan gejala.

Namun, gejala akan muncul secara bertahap dengan tingkat keparahan yang semakin bertambah. Berikut sejumlah gejala yang menjadi pertanda HIV.

●Awal (2–6 minggu setelah infeksi): demam, sakit kepala, muncul ruam, dan sakit tenggorokan.
●Gejala lanjut: diare, pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, napas pendek, dan batuk berdahak.
●Stadium akhir: kelelahan yang tidak bisa dijelaskan, diare kronis, sakit kepala berat, hingga melemahnya daya tahan tubuh.

Baca Juga  Manfaat Membersihkan Tangan, Hal Kecil Berdampak Besar

(Dilansir dari Hellosehat.com)