“Apalagi ini tahun ke dua dari  projek gasing bisa mengundang Ketua PERGASI (Persatuan Gasing seluruh Indonesia) yaitu Dato’ Agus MD,” ungkapnya.

Selama setengah hari Dato’ Agus MD dibantu satu rekannya memberikan materi tentang teori dan praktik, jenis dan cara bermain dan hal-hal berkaitan dengan gasing.

Meski usianya sudah tidak muda lagi sangat terlihat kelincahan tangan Dato Agus MD masih nampak terampil alias lihai untuk memainkan sebuah gasing.

Mulai dari melilitkan tali hingga melemparkan gasing ke atas tanah bahkan memangkak gasing lawan Dato’ Agus masih bisa melakukannya dengan baik.

Sekitar 181 siswa kelas X sangat antusias, bersemangat dan penuh konsentrasi mengikuti pelatihan ini dari awal pukul 08.28 WIB hingga akhir penutupan pukul 12.05 WIB

Baca Juga  Rumah Pengusaha Timah di Toboali Digeledah Tim Jaksa

Demikian juga dengan para guru_guru projek yang ikut hadir kegiatan ini.

Selain didampingi Kepala SMAN 1 Sp Rimba Yudi Sapriyanto S.Pd, Waka Kurikulul Muh Tayyib Farkani S.Pd, Waka kesiswaan Anasir S.Pd., kegiatan ini juga diikuti beberapa pendidik dan tenaga kependidikan.

Hadir pula perwakilan para ketua tokoh adat dari masing-masing daerah yang ada di Kecamatan Simpang Rimba.

“Dengan kehadiran Pak Agus, pelatihan ini sangat berguna bagi kami karena dengan kegiatan ini, kami dikenalkan permainan tradisional orang Melayu Bangka yang dulu pernah ada juga. Kami para siswa kelas X bisa mengetahui bagaimana cara bermain gasing dengan baik dan benar tentunya mendapatkan ilmu pengalaman yang begitu bermakna,” ujar Nur Mutmainah siswa kelas X 6 Smansa Simba di sela sela pelatihan.

Baca Juga  Mengapa Harus Ki Hajar Dewantara? 

Giat pelestarian permainan tradisional gasing yang telah di mulai di SMAN 1 Simpang Rimba menurut Dato’Agus MD harus dijadikan motivasi bagi sekolah lain agar peduli permainan gasing ini.

“Kalau saya perhatikan, beberapa siswa-siswi sangat berbakat, mereka sudah bisa memainkan gasing dengan baik, bila dilatih terus menerus maka mereka akan menjadi raja dan ratu gasing, dan kegiatan permainan tradisional ini bisa di jadikan even tahunan, karena kegiatan ini merupakan permainan tradisional Melayu yang harus terus dilestarikan”, pungkasnya Dato Agus MD. (Putri Rahmawati & Riskia jurnalis Smansa Simba)