Pemprov Babel Pastikan Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memastikan stok beras di daerah itu aman. Hal ini dilihat berdasarkan data Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perum Bulog Bangka dan Belitung, terkait ketersediaan stok beras di gudang kedua KCP tersebut berjumlah 1.639 ton dengan rincian 1.257 ton di Bangka dan 382 ton di Belitung.
“Jumlah ini belum termasuk 1.650 ton yang masih berada dalam pengiriman, sehingga stok beras di Kepulauan Babel dipastikan aman,” kata Plt Asisten 2 Pemprov Babel, Ahmad Yani didampingi oleh Asisten Manager Supply Chain Pelayanan Publik Perum Bulog Cabang Bangka, Kurniawan Len Mantazaka, Selasa (19/9/2023).
Ia mengatakan di Babel ada kenaikan harga beras sejak September 2023 yang dipicu berkurangnya pasokan beras dalam negeri sehingga mengakibatkan berakhirnya masa panen dan penurunan produksi dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan di beberapa daerah sentra produksi beras.
“Meski begitu kami pastikan ketersediaan beras di Babel aman hingga akhir tahun, bahkan hingga bulan Februari 2024 atau sampai musim panen selanjutnya. Apabila stok beras kita sudah berada di bawah 500 ton, akan kita ajukan penambahan,” kata Ahmad Yani.
Menurutnya kenaikan harga beras ini hanya pada jenis medium dan premium, beras medium meningkat sebesar 3,33% (m-to m), dan harga beras premium meningkat sebesar 2,72% (m-to m). Sejalan dengan kondisi tersebut, tekanan inflasi dari komoditi beras juga meningkat dari waktu ke waktu.
“Kenaikan harga ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia sejak pertengahan tahun 2023. Namun, tren kenaikan harga beras di wilayah Babel baru terlihat sejak September 2023,” ujarnya.
Untuk menjaga ketersediaan serta kestabilan harga beras di Kepulauan Babel agar berada pada level aman, Pemprov Babel melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan, Bulog, pemerintah daerah di kabupaten/kota, serta stakeholder terkait melakukan beberapa langkah upaya dengan mengedepankan sinergi kebijakan dan kelembagaan selaras dengan peta jalan pengendalian inflasi nasional.
Antara lain dengan memperkuat operasi pasar dan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog, memberikan subsidi ongkos angkut untuk komoditas pangan strategis, penguatan pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET), memperluas kerjasama antar daerah.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.