Selain itu, dilakukan penguatan kluster dan intensifikasi penanaman komoditas pangan, bantuan pangan, penguatan infrastruktur logistik, mendorong kelancaran bongkar muat barang, memperkuat sinergi melalui pelaksanaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan penguatan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) sebagai early warning.

Namun adanya dampak fenomena Elnino, mayarakat diminta untuk bijak dan tidak konsumtif.

“Walaupun stok beras kita aman, tapi kami imbau agar masyarakat utamanya dalam membelanjakan uangnya untuk bersikap bijak,” ujar Ahmad Yani.

Sementara itu Asisten Manager Supply Chain Pelayanan Publik Perum Bulog Cabang Bangka, Kurniawan Len Mantazaka mengungkapkan upaya penyaluran bantuan beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga daya beli dan upaya pengendalian inflasi pihaknya sejauh ini telah menyerahkan bantuan beras sebanya 10 kg sejak September 2023, dan ditargetkan selesai pada November 2023 mendatang.

Baca Juga  Tak Hanya Beras, Harga Bawang dan Kerupuk di Pasar Rakyat Mentok Ikut Naik

“Bantuan pangan ini terdiri dari 3 bulan alokasi, yakni September hingga November 2023. Alokasi untuk Kota Pangkalpinang 76.890 kg, Bangka Tengah 64.350 kg, Bangka Selatan 55.030 kg, Bangka 78.890 kg, Bangka Barat 74.890 kg, Belitung 78.870 kg dan Belitung TImur 58.970 kg,” ujarnya.

Selain bahan pangan, Perum Bulog juga menyediakan beras SPHP bulog yang dijual melalui pasar murah, operasi pasar, dan di kantor Bulog dengan harga 53.000 (kemasan 5kg).

“Bisa juga diperoleh di retail modern dengan rentang harga 55.000 hingga 57.000 per 5 kg. Untuk di pertokoan sekitaran pasar pagi dan pasar pembangunan juga tersedia produk beras SPHP seharga 57.500 untuk kemasan 5 kg. Namun untuk pembelian dibatasi hanya 2 pack per orangnya setiap harinya,” tutupnya. (**)

Baca Juga  Karhutla Masih Jadi Ancaman, Ratusan Hektare Lahan di Bangka Barat Hangus Terbakar