Begini Kata Dirut PT Timah terkait Royalti Naik Progresif 3-10 Persen

JAKARTA, TIMELINES.IDAhmad Dani Virsal, Direktur Utama PT Timah Tbk menanggapi rencana pemerintah akan menaikkan royalti timah progresif dari 3-10 persen. Ia mengatakan, ini adalah salah satu upaya dalam memberikan manfaat kepada bangsa Indonesia.

Bagaimana PT Timah terus melakukan optimalisasi peningkatan pendapatan negara. Lagi pula, PT Timah Tbk milik negara dan tidak ada alasan untuk tak mendukung upaya pemerintah. Apa yang menjadi perintah harus dijalankan untuk menambah pendapatan negara.

“Bagaimana kita melakukan kegiatan penambangan ini guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan negara,” ujar dia seperti dikutip dalam wawancara khusus bersama CNBC Indonesia yang tayang pada Minggu (20/4/2025).

Baca Juga  Kunjungi RSBT Pangkalpinang, Dirut PT Timah Beri Semangat dan Pastikan Karyawan Dapat Pelayanan Terbaik

Ia menilai tidak banyak pengaruh pada sisi tata kelola dengan kenaikan tarif ini. Namun pengaruhnya lebih terhadap peningkatan biaya dalam melakukan kegiatan penambangan. Ini menjadi tantangan buat PT Timah agar berjalan kegiatan dengan lebih efisien.

“Tinggal kita memilih teknologi dan metode yang lebih efektif dan agar bisa survive kita harus melakukan perbaikan-perbaikan atau pembenahan di operasional kita. Kalau tantangan dan peluang tahun 2025 ini banyak hal yang bisa dimanfaatkan,” kata Dani.

“Tadi juga saya ceritakan bagaimana kita berupa mengoptimalkan recovery dari IUP yang kita miliki. Baik itu meningkatkan teknologi, melibatkan masyarakat sekitar daerah operasional kita. Jadi peran serta masyarakat sangat kita perlukan saat ini,” ujarnya.

Baca Juga  Dirut PT Timah Dianugerahi Pangkat Brigjen TNI Kehormatan

Dia menyebut, poin utama optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam di Babel dan Kepri harus sejalan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Caranya dengan mulai melatih sumber daya manusianya dan peralatan yang sesederhana mungkin.

Strategi tingkatkan produksi dengan melibatkan masyarakat tentunya harus dipilih metode dan teknologi yang tepat dan sederhana. Akan tetapi tidak menyebabkan kerusakan lingkungan lebih parah meski hal tersebut sangat menjadi tantangan bagi pihaknya.