“Kalau lahan di bawah Sungai Babi itu ada yang sebagian milik masyarakat, ada eks tambang. Paling nanti kita coba lakukan pembebasan lahan milik masyarakat karena kalau lahan sudah siap, paling tidak jadi pertimbangan pusat untuk merealisasikan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Tirta Sejiran Setason (Perumdam TSS) Najamuddin. Dirinya mengatakan bahwa daerah ini memang harus membutuhkan sebuah embung yang besar.

“Ke depan sesuai rapat dengan saran Pak sekda Babar ini perlu membuat embung yang sangat besar melalui usulan ke pemerintah pusat. Untuk jadi sumber air baku besar masyarakat, jadi walaupun kemarau panjang, kebutuhan air masyarakat tetap tercukupi,” katanya.

Baca Juga  Tanam 19 Pohon Ganja di Kebun, Pemuda asal Desa Airputih Ini Dicokok Polisi

Namun untuk saat ini, ia berharap agar kondisi kemarau ini segera berakhir disertai hujan turun paling tidak hingga awal bulan Oktober 2023 mendatang. Karena kalau kondisi seperti ini tetap berlangsung hingga akhir Oktober maka Babar akan krisis air bersih.

“Tapi kami sudah mengadakan rapat dengan BPBD dan kecamatan. Mereka sudah mendaftar beberapa wilayah yang mengalami kekeringan dan itu ada bukan pelayanan PDAM. Kami sudah membuat catatan untuk membantu dengan mengambil air di kolong-kolong yang tersedia dan kita akan prioritaskan pelanggan terlebih dahulu,” jelasnya.(**)