Dokter Forensik Sampaikan Hasil Otopsi Kematian Valentinus
Hasil pemeriksaan toksikologi terhadap lima organ tersebut empat di antaranya positif mengandung metamfetamin atau sabu-sabu.
“Kita juga melakukan pemeriksaan kulit kepala bagian dalam untuk mengetahui apakah ada trauma yang sampelnya dikirim ke Laboratorium Patologi Anatomi di RSUP Provinsi Babel,” terangnya.
“Itu dari dokter patologi anatominya juga agak kesulitan karena sudah pembusukan. Jadi sel-sel jaringan sudah lisis,” terangnya.
Dari hasil otopsi yang disampaikan tersebut, Suroto tidak bisa memastikan apakah jenazah tersebut meninggal tenggelam atau tidak.
“Jadi apakah jenazah itu tenggelam (meninggal-red), saya tidak bisa jawab. Karena untuk memastikan tenggelam, biasanya pemeriksaan itu pada jenazah yang masih segar. Kita ambil paru-parunya, biasanya kalau tenggelam itu banyak airnya dan membengkak. Tapi ini jenazahnya sudah pembusukan, sehingga paru-parunya sudah mulai lisis,” sambungnya.
Namun ciri-ciri kasus jenazah tersebut meninggal di air, dirinya bisa memastikan hal itu.
Pasalnya, pada bagian kulit punggung dan pinggang jenazah korban terdapat bintil-bintil akibat kelamaan di air.
“Jadi memang untuk penyebab kematiannya tidak bisa ditentukan, tetapi dia meninggal di air itu keliatannya pasti, kemungkinan besar pasti. Jadi dia waktu hidup, terus meninggal di air sampai tidak ditemukan, sampai terjadi pembusukan,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, mayat Valentinus ditemukan di kolong Bemban Shot, Desa Nibung, Kecamatan Koba, Bangka Tengah pada Sabtu (26/8/2023) lalu.
Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi sudah membengkak dan telungkup di air dengan mengenakan kaus lengan panjang dan celana pendek.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.