Sebagai contoh, serat larut yang dikonsumsi berpotensi mengurangi LDL (kolesterol jahat) meski hanya sedikit. Temuan ini ternyata melebihi tingkat yang dicapai dengan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol.

Sementara itu, serat tidak larut juga dapat menghambat perkembangan penyakit kardiovaskular pada orang yang berisiko tinggi. Bahkan, kandungan antioksidan dalam talas juga membantu melawan kerusakan radikal bebas dan melindung tubuh dari penyakit.

Oleh sebab itu, konsumsi makanan yang kaya akan serat dan antioksidan, seperti talas, dapat mengurangi peradangan stres dan oksidatif.

4. Mengendalikan tekanan darah

Tahukah Anda bahwa 100 gram talas ternyata mengandung sekitar 448 gram kalium memiliki khasiat bagi tekanan darah?

Baca Juga  5 Makanan yang Aman dan Baik untuk Turunkan Asam Urat

Sudah bukan rahasia umum lagi bila kandungan kalium termasuk elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk mengendalikan tekanan darah. Pasalnya, kalium membantu melemaskan dinding pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Dilansir dari Harvard Health, asupan kalium yang rendah juga dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah dan risiko stroke. Sementara itu, pasien hipertensi dapat menurunkan tekanan darah sistolik dengan mengonsumsi makanan tinggi kalium.

Mengingat banyak penyandang hipertensi yang dianjurkan untuk menurunkan berat badan, pertimbangkan makanan berkalium tinggi tapi rendah kalori dan karbohidrat.

5. Mengontrol kadar gula darah

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, talas adalah umbi-umbian dengan akar yang mengandung pati resisten dan kaya akan serat. Kedua zat gizi dalam talas ini memliki manfaat berupa mengendalikan kadar gula darah.

Baca Juga  Ngidam Makan Es Krim Saat Hamil, Ini Batasan dan Manfaat Makan Es Krim Saat Hamil

Hal ini dibuktikan lewat penelitian dari Journal of the American Board of Family Medicine. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa diet tinggi serat dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa dan hemoglobin A1C.

Artinya, kedua faktor tersebut bisa menjadi pertanda baik dari pengendalian gula darah jangka panjang. Terlebih lagi, pati resisten telah terbukti meningkatkan sensitivitas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula dari aliran darah menuju sel.

Peningkatan sensitivitas insulin dapat membantu tubuh meningkatkan kontrol gula darah, sehingga risiko penyakit diabetes pun ikut berkurang.(Dilansir dari Hellosehat.com)