Tok! LAM Tetapkan Rancangan Pakaian Adat Bangka Selatan, Ini Ciri Khasnya
Pakaian adat Bangka Selatan baru ini terdiri dari beberapa komponen penting.
Untuk pria, terdapat baju cekak musang dan celana yang berwarna dasar hijau tua, untuk sikapur sirih ada penambahan ikat pinggang bermotif emas.
Selubung (jubah kebesaran dengan motif cempako emas) melambangkan kebesaran dan pengayoman.
Sedangkan Lang Betedung dan Punggawa tidak memakai selubung, sampin motif cual berwarna merah marun sebagai sarung yang diikatkan pada pinggang, sindeng yang dipakai berwarna sama dengan sampin merah marun, selempang untuk sikapur sirih dipakai dengan cara disilangkan dari bahu kanan ke pinggang kiri berwarna hijau muda dan hijau tua ada motif nanas sebagai perekatnya.
Selempang untuk Lang Betedung cukup dikalungkan menggantung sebagai kesiapsiagaan dan belanegara, untuk punggawa tidak memakai selempang.
Sementara itu, untuk wanita, pakaian adat dirancang dengan keindahan dan detail yang elegan.
Terdapat baju kurung atau teluk belango berwarna hijau tua dengan motif cempako emas dan kain motif cual berwarna merah marun sebagai bawahan.
Kalung tiga rangkap dan khiasan bunga cempako yang dipasangkan pada hijab untuk yang berhijab atau dirambut yang terikat dibelakangnya bagi yang tidak berhijab.
Setelah diadakan rapat Lembaga Adat Melayu Bangka Selatan, pakaian adat itu akan menjadi pilihan yang digunakan oleh masyarakat Bangka Selatan pada acara-acara resmi, upacara adat, maupun kegiatan budaya lainnya.
Pakaian adat ini diharapkan akan menjadi simbol kebanggaan dan kesatuan masyarakat Bangka Selatan serta akan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat tentang warisan budaya daerah ini.
Dengan penetapan pakaian adat Melayu ini, masyarakat Bangka Selatan diharapkan dapat semakin bersemangat dalam menjaga tradisi dan kebudayaan lokal, serta turut bertanggung jawab dalam melestarikannya bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.