KESEHATAN,TIMELINES.ID- Bahaya muntah pada anak perlu dikenali agar orang tua dapat lebih waspada. Meski terlihat sepele, muntah pada anak memerlukan penanganan, terlebih bila terjadi secara terus-menerus.

Jika tidak disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, muntah pada anak umumnya akan mereda dengan sendirinya dalam kurun waktu 1–2 hari. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat dan abai pada tanda bahaya muntah pada anak, anak bisa mengalami kekurangan cairan yang dapat berdampak fatal.

Penyebab muntah pada anak sendiri sangat beragam, mulai dari efek batuk, makan secara berlebih, mabuk perjalanan, hingga adanya gangguan medis tertentu yang diderita, seperti infeksi bakteri ataupun virus.

Bahaya Muntah pada Anak

Muntah pada anak dapat menjadi berbahaya ketika kondisi ini membuat anak mengalami dehidrasi. Dehidrasi akibat muntah bisa terjadi ketika anak mengalami muntah secara terus-menerus atau muntah yang disertai dengan diare, tetapi tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup.

Baca Juga  7 Manfaat Makan Ikan untuk Tumbuh Kembang Anak

Padahal, saat mengalami muntah, tubuh akan kehilangan cairan secara cepat sehingga membuat dehidrasi terkadang tidak bisa terhindarkan. Bahaya muntah pada anak yang disebabkan oleh dehidrasi terbilang tidak boleh disepelekan.

Dehidrasi akibat muntah berlebihan tidak hanya membuat Si Kecil terlihat lesu dan lunglai, tetapi juga berisiko membuat ia mengalami kejang. Jika terus menerus dibiarkan, Si Kecil bisa mengalami gagal ginjal, bahkan kehilangan nyawanya.

Oleh karena itu, guna meminimalkan bahaya muntah pada anak akibat dari dehidrasi, Anda harus mengenali tanda bahaya muntah akibat dehidrasi, yaitu mulut kering, air mata tidak keluar ketika menangis, mata terlihat cekung, rewel, hingga jarang buang air kecil atau buang air kecil sedikit.

Baca Juga  Hampir Mirip Ini Bedanya Kanker Getah Bening dan TB Kelenjar