Waspadai dan Jangan Lengah Bahaya Muntah pada Anak
Tidak hanya itu, muntah yang disertai dengan adanya bercak darah atau berwarna hijau kekuningan, disertai demam, atau anak tampak sangat kesakitan, juga merupakan tanda bahaya yang perlu diwaspadai.
Cara Meminimalkan Bahaya Muntah pada Anak
Untuk meminimalkan bahaya muntah pada anak yang dipicu oleh dehidrasi, berikan Si Kecil cairan yang cukup. Untuk bayi, Anda dianjurkan untuk memberikannya susu sesering mungkin.
Jika anak sudah berusia di atas 1 tahun, Anda dapat memberikannya air putih sesering mungkin. Anda juga bisa memberikan pilihan makanan untuk membantu mencukupi cairan tubuh Si Kecil, misalnya sup bening.
Bila perlu, Anda juga dapat memberikannya cairan oralit. Cairan rehidrasi ini mengandung elektrolit dan air yang berguna untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang ketika muntah. Berikan cairan ini secara sedikit demi sedikit setiap 15 menit sekali.
Setelah ia bisa minum tanpa muntah, lanjutkan pemberian makanan dengan tekstur lembut yang mudah dicerna, seperti bubur, roti, atau kentang rebus.
Jadi, untuk mencegah dehidrasi yang merupakan bahaya muntah pada anak, lakukan beberapa cara yang sudah dijelaskan di atas. Namun, bila muntah pada anak terjadi secara terus-menerus, anak tidak bisa makan dan minum sama sekali, hingga terlihat lunglai, lemas, dan jarang pipis, segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan.(Dilansir dari Alodokter.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.