Ngentem Padi Bai, Inovasi Cegah Stunting di Bangka Tengah
Dian juga menyampaikan bahwa program ini juga bekerja sama dengan PKK untuk membagikan bibit tanaman kelor dan katuk kepada masyarakat.
“Teman-teman PKK membantu kita dalam membagikan tanaman ini agar ditanam di rumah-rumah warga. Harapannya nanti tanaman yang sudah dipanen dapat dijadikan sayur sebagai menu tambahan untuk ibu menyusui,” ungkap Dian.
Sementara itu, Ketua TP PKK Bateng, Eva Algafry, melalui program Ngetem Padi Bai ini ingin membangkitkan kembali kesadaran masyarakat tentang pentingnya menanam tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga.
“Sekarang kalau kita lihat sudah jarang masyarakat yang menanam pohon katuk, padahal ini sangat murah, mudah, dan bisa meningkatkan ASI. Nah, ini yang kita coba ingin giatkan lagi di masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran itu karena sangat bermanfaat untuk ibu menyusui,” katanya.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mendukung inovasi yang diluncurkan oleh DPKP Bateng ini dan berharap agar langkah-langkah dari program Ngetem Padi Bai dapat berperan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Bangka Tengah.
“Ini sebuah terobosan yang baik ya, memanfaatkan sumber daya lokal yang sederhana. Dengan menanam pohon kelor dan pohon katuk yang sudah dibagikan oleh DPKP dan Tim PKK, masyarakat bisa mengolahnya untuk dikonsumsi menjadi sayuran khususnya oleh ibu menyusui sehingga kecukupan ASI untuk bayinya terpenuhi dengan baik. Dan ini tentu akan memenuhi kecukupan gizi bagi bayi agar tidak terkena stunting,” jelas Bupati. (Diskominfosta Bangka Tengah)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.