3. Menurunkan Risiko Preeklamsia

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang perlu diwaspadai. Menurut studi dalam National Library of Medicine, sebanyak 2–8% ibu hamil di seluruh dunia yang mengalami preeklamsia. Bahkan, kondisi ini telah menyebabkan lebih dari 50.000 kematian ibu dan lebih dari 500.000 kematian janin.

Komplikasi kehamilan ini ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan kelebihan protein dalam urine yang terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Preeklamsia bisa terjadi pada semua ibu hamil, sekalipun ia tidak mempunyai riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya.

Guna mengurangi risiko terjadinya preeklamsia, ibu hamil disarankan untuk rutin jalan kaki agar dapat menjaga berat badan ideal dan menurunkan kadar kolesterol. Dengan begitu, tekanan darah selama kehamilan pun bisa lebih stabil.

Baca Juga  5 Tips Tambah Berat Badan Saat Puasa, Nomor 3 Wajib Dilakukan

4. Melancarkan Pencernaan

Manfaat jalan kaki untuk ibu hamil selanjutnya adalah membantu melancarkan pencernaan. Sistem pencernaan yang sehat pada ibu hamil dapat membantu mengoptimalkan penyerapan zat gizi oleh tubuh dan mengurangi risiko terjadinya resistensi insulin yang dapat menyebabkan penyakit diabetes.

Di samping itu, pencernaan yang lancar juga dapat membantu mengurangi rasa mual, diare, muntah, dan sembelit selama kehamilan.

5. Mencegah Stres selama Kehamilan

Perubahan hormon, fisik, psikologis, serta berbagai masalah lainnya selama kehamilan dapat menyebabkan ibu rentan mengalami stres. Dalam hal ini, jalan kaki adalah pilihan olahraga ringan yang bisa membantu ibu dalam mencegah stres.

Manfaat jalan kaki untuk ibu hamil adalah dapat meningkatkan kadar hormon endorfin (hormon yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia) yang bisa memperbaiki suasana hati.

Baca Juga  Gangguan Depersonalisasi - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Rutin berolahraga juga dapat membuat ibu tidur lebih nyenyak, sehingga bisa mengurangi risiko insomnia yang dapat memicu stres.(Dilansir dari Siloamhospitals.com)