Karya: Elsi Adisti, siswa SMAN 1 Lepar

Namaku Elsi Adisti. Saat ini bersekolah di Kelas XII Mipa 1 SMAN 1 Lepar.

Alhamdulillah aku terpilih menjadi salah satu calon Paskibraka Kabupaten Bangka Selatan tahun lalu.

Tepatnya pada 1 Agustus 2022 kami melakukan karantina di Gor  Stadion Toboali.

Sebelum kami dikarantina, aku dan teman teman perwakilan Kecamatan Lepar berjumlah 3 orang melakukan tes seleksi pada 31 maret 2022 silam.

Terdapat seleksi fisik, PBB, wawancara maupun materi

Alhamdulillah kami dari Perwakilan Kecematan Lepar terpilih dua orang termasuk saya dan seorang teman yang berasal dari Desa Penutuk.

Pada 1 Agustus 2022, kami dikumpulkan semua perwakilan Kecamatan yang tepilih menjadi capas (calon paskibraka).

Baca Juga  30 Calon Paskibraka Bangka Selatan Mulai Jalani Pemusatan Pelatihan

Ya, kami akan dikarantina selama 18 hari.

Di hari pertama kami dibagikan kamar dan satu kamar berjumlah lima orang.

Aku sekamar dengan teman yang berasal dari Toboali, Pulau Besar, Simba dan Payung.

Di sini kami sudah mulai berinteraksi satu sama lain walaupun masih malu malu.

Sore harinya kami diprank untuk mengambil baju latihan dan sepatu Latihan.

Kami disuruh melewati talisambil tiarap setelah bisa melewatinya kami dimandi kembang.

Setelah itu, kami dibagikan baju dan sepatu Latihan.

Tiba-tiba saja, kami disuruh mandi dalam waktu 15 menit semua 34 anggota harus selesai tanpa terkecuali.

Kamar mandi cewek hanya ada 5 dan jumlah Capaska cewek ada 15 orang.

Baca Juga  PWI Basel Gandeng Baznas Salurkan Puluhan Paket Sembako

Ya, mau tidak mau satu kamar mandi kami gunakan untuk tiga atau empat orang langsung.

Malamnya kami salat magrib berjamaah.

Nah di saat makan gak boleh bersuara dan waktunya hanya   10 menit saja.

Kalau kelihatan kakak pembina kami bersuara ataupun dalam 10 menit gak habis maka semuanya dapat hukuman.

Selesai salat, tas kami diperiksa satu persatu. Akhirnya, handpone, perhiasan dan alat alat yang tak dibutuhkam dikumpul dan disimpan oleh kakak Pembina.

Iya, saat di karantina, jam 10 kami sudah disuruh tidur.

Jika ada yang belum tidur maka semuanya gak boleh tidur  semalaman.

Lanjut hari kedua kami dibangun jam 4 untuk melakukan salat subuh.

Baca Juga  Makna Hari Guru Nasional 2025