Serunya Berliterasi Jurnalistik Bersama Siswa SMAN 1 Simpang Rimba
Ia mendorong para siswa untuk harus melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi.

“Kuliah tidak harus menggunakan uang tetapi ada bea siswa. Untuk itu siswa harus berprestasi dan berwawasan luas,” ujarnya.
Ervawi juga mengingatkan para siswa tentang 4 komponen yang selalu digunakan dalam dunia kerja.
“Para siswa harus memiliki 4 komponen ini, knowledge (pengetahuan, network (jaringan), skill (kemampuan) dan terakhir attitude (perilaku), sehingga akan mudah ketika sudah memasuki dunia kerja, dan persentase yang tertinggi adalah attitude, bagaimana membentuk akhlak kita menjadi anak yang baik,” jelasnya seraya menceritakan awal pendidikan S1 hingga berhasil meraih S3 dan menjabat sebagai Kadindikbud Babel yang tidak terlepas dari 4 komponen tersebut.

Kepala SMAN 1 Simpang Rimba, Yudi Saprianto berharap melalui pelatihan jurnalistik salah satu Upaya untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.
“Mari berliterasi jurnalistik dengan baik. Dapatkan data yang lengkap dan akurat sehingga kita dapat membuat keputusan yang tepat. Ada ide menulislah, jangan takut salah. Jadikan sebuah tulisan kita bernilai bagi masyarakat dan jangan lupa, Bapak selalu mengingatkan para siswa untuk menjauhkan diri dari narkoba,” ujar Yudi.
Sementara itu, Pembina Osis, Robi Pibra mengungkapkan SMAN 1 Simpang Rimba telah memiliki jurnalis sekolah yang tugasnya melakukan liputan baik di sekolah maupun di luar.
Bahkan hasil karya jurnalis sekolah SMAN 1 Simpang Rimba sudah hampir mencapai 100 tulisan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin lebih mematangkan lagi setiap karya yang ditulis siswa. Dan kita harapkan tahun ini SMAN 1 Simpang Rimba dapat menerbitkan buku dari karya-karya yang sudah ditulis baik guru maupun siswa,” tutupnya. (Putri Rahmawati/Redaksi Timelines.id)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.