Cara Memberikan Kasih Sayang kepada Anak Yatim Menurut Ajaran Islam
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا ”Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.” (Al-Insān [76]:8)
Allah SWT mengingatkan hamba-Nya agar senantiasa berbagi rezeki dengan anak yatim berupa makanan. Sebagaimana makanan bergizi yang kita makan, alangkah lebih baik jika berbagi makanan bergizi kepada anak yatim. Allah SWT pasti memberikan perintah ini agar kita senantiasa bersyukur dan mengajarkan arti berbagi.
Bukankah dengan berbagi makanan kepada anak yatim, tidak akan mengurangi harta kita? Justru Allah SWT akan menggantinya berkali-kali lipat dengan pahala kebaikan.
4. Cara Menyayangi Anak Yatim Dengan Memperbaiki Keadaan Mereka Menjadi Lebih Baik
Allah SWT mengajak umat-Nya agar berlomba-lomba berbuat kebaikan kepada anak yatim. Sebagaimana dalam firman Allah QS. Al-Baqarah [2]:220, yaitu ”tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”
Melihat kondisi anak yatim yang kehilangan kasih sayang ayahnya karena sudah meninggal, belum lagi terkendala ekonomi, sudah sewajarnya jika kita berbondong-bondong untuk mensejahterakan hidup anak yatim.
Memperbaiki keadaan anak yatim lebih baik dalam artian dengan memberikan kasih sayang yang selama ini belum mereka dapatkan, memberikan fasilitas pendidikan, dan memberikan santunan kepada mereka.
Allah SWT sangat menyayangi anak yatim. Semoga kita mampu memperbaiki keadaan dan meningkatkan kesejahteraan anak yatim.
5. Tidak Boleh Menghardik Anak Yatim
Dalam surat Al-Maun Allah SWT berfirman, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.’” (QS. Al Ma’un [107] :1-2)
Arti menghardik anak yatim adalah membentak-bentak anak yatim ataupun berlaku kasar. Sebagai umat Islam tidak diperbolehkan untuk membentak-bentak anak yatim dan membuat hati mereka sakit dengan perbuatan kita. Nabi Muhammad SAW pun seringkali mencontohkan harus berbuat baik, santun, dan menyayangi anak yatim.
Cara menyayangi anak yatim dengan bersikap sopan dan tidak menghardik mereka adalah sikap yang perlu kita terapkan. Jangan sampai kita dianggap mendustakan agama oleh Allah SWT karena kita menghardik anak yatim. (Dilansir dari Dompetdhuafa.org)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.