Wajib Tahu, Berikut Batas Waktu Shalat Wajib Lengkap
“Nabi SAW. biasa mengerjakan Shalat Dzuhur ketika matahari telah tergelincir.” (HR. Muslim no. 618)
Waktu Shalat Ashar
Secara bahasa, Ashar memiliki arti waktu sore hingga matahari memerah atau akhir dalam sehari. Awal waktu shalat Ashar seperti yang telah disepakati oleh mayoritas para ulama (jumhur ulama) adalah jika panjang bayangan sesuatu telah semisal dengan tingginya. “…Waktu Ashar masih tetap ada selama matahari belum menguning…” (HR. Muslim no. 612)
Meski begitu, banyak pendapat ulama dalam menentukan akhir waktu Shalat Ashar, seperti hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah rodhiyallahu anhu ketika Jibril ‘alihissalam menjadi imam bagi Nabi SAW:
“Jibril mendatangi Nabi SAW ketika matahari telah tergelincir ke arah tenggelamnya kemudian dia mengatakan, ‘Berdirilah wahai Muhammad, kemudian Shalat Dzuhur lah. Kemudian Ia diam hingga saat panjang bayangan seseorang sama dengan tingginya. Jibril datang kemudian mengatakan, ‘Wahai Muhammad berdirilah, Shalat Ashar lah’. Kemudian ia diam hingga matahari tenggelam, diantara dua waktu ini adalah dua waktu sholat seluruhnya” (HR. Nasa’i No. 526)
Ada juga yang berpendapat bahwa waktu Ashar tetap ada selama langit masih menguning (HR. Muslim no. 612). Pendapat terakhir terdapat pada hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi SAW, Abu Hurairah, yang berbunyi:
“Barangsiapa yang mendapati satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari tenggelam, maka Ia telah mendapatkan shalat Ashar” (HR. Bukhori No. 579 dan Muslim No. 608).
Namun, para ulama menyimpulkan dan berkompromi atas ketiga hadits yang memiliki perbedaan, sebagai berikut:
Hadits tentang shalat Nabi SAW. dan Jibril ‘Alaihissalam dipahami sebagai waktu akhir waktu terbaik pelaksanaan shalat Ashar, hadits Abdullah bin Amr dipahami sebagai penjelasan tentang kapan shalat Ashar masih boleh dilaksanakan, dan waktu hadits Abu Hurairah sebagai penjelasan tentang waktu pelaksanaan shalat Ashar jika terdesak, yang mana akan makruh mengerjakan shalat Ashar di waktu yang ditetapkan di hadits tersebut kecuali bagi orang yang memiliki udzur, maka mengerjakan shalat pada waktu itu hukumnya tidak makruh.
Waktu Shalat Maghrib
Shalat Maghrib merupakan shalat yang dilaksanakan pada waktu tenggelamnya matahari. Jika ditanya kapan waktu awal untuk melaksanakan shalat Maghrib, kaum muslim bersepakat satu jawaban, yaitu ketika matahari telah tenggelam hingga matahari benar-benar tenggelam sempurna.
Meski begitu, masih ada perdebatan antar ulama tentang kapan akhir waktu shalat Maghrib. Namun, pendapat yang paling diterima oleh ulama adalah pendapat dari Sufyan ats Tsauri, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Mahzab Hanafi, serta sebagian mahzab Syafi’i, yang berdalil (dari hadits Abdullah bin ‘Amr rodhiyallahu ‘anhu):
“Waktu sholat maghrib adalah selama belum hilang sinar merah ketika matahari tenggelam” (HR. Muslim No. 612).
Waktu Shalat Isya
Para ulama sepakat bahwa waktu awal shalat Isya adalah jika telah hilang sinar merah di langit. Ada beberapa pendapat untuk akhir dari shalat Isya, namun yang paling tepat terdapat di hadits Abu Qotadah yaitu hingga terbit fajar.(Dilansir dari Dompetdhuafa.org)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.