“Dan kami sendiri mengizinkan untuk wartawan dari Bangka Pos yang hadir saat itu untuk meliput kegiatan. Setelah acara selesai dan saat Ketua MK akan meninggalkan ruangan, banyak yang berdesakan ingin mendekat,” ujarnya, Sabtu (21/10/2023) petang.

Sementara, lanjut dia, akses pintu ke luar hanya satu dan peserta keluar serentak. Banyak yang terdorong, baik dosen, mahasiswa mau pun barangkali pihak lain. Beberapa yang mendekat dibatasi karena pihak MK sendiri sudah punya standar pengamanan pejabat negara dibantu oleh keamanan UBB.

“Ketua MK sendiri akhirnya memberi kesempatan kepada wartawan untuk wawancara dari dekat dan kami mempersilakan. Prinsipnya tentu kami menghormati tugas kawan-kawan pers. Bertanya dan berkomunikasi pada dasarnya adalah sebatas prosedur internal di kawan-kawan humas kampus. Ke depan akan terus kami evaluasi dan tingkatkan agar lebih baik,” pungkasnya.

Baca Juga  Polres Bangka Barat Luncurkan Program GEBER, Teken MoU dengan Disdikpora untuk Proteksi Pelajar