“Penetapan mineral kritis ini bertujuan untuk mengamankan rantai pasok mineral untuk kepentingan pertahanan industri energi baru dan terbarukan nasional,” ujarnya.

Menurut Pj Gubernur Suganda, kebijakan tersebut tentunya memberikan stimulus dan tantangan bagi profesional Indonesia yang menggeluti bidang dimaksud agar para profesional geologi dan geofisika Indonesia ditantang untuk menemukan cadangan mineral dan migrasi baru.

Para profesional perminyakan juga diminta berkontribusi dalam peningkatan lifting migas nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

Demikian juga, bagi para profesional pertambangan ditunggu aksi konkretnya dalam rekayasa dan manajemen pertambangan terkait dengan peningkatan nilai tambah mineral dan batubara yang di dalam negeri, pertambangan yang berkelanjutan dan ramah terhadap lingkungan.

Baca Juga  Budi Utama: Terima Kasih Pengabdian dan Dedikasi Pj Gubernur Safrizal

“Selamat berkompetensi dan berkonferensi untuk menghasilkan pemikiran dan aksi nyata untuk kesejahteraan bangsa dan rakyat Indonesia,” tutupnya. (**)