Pengertian Agenda-Setting Theory, Anak Ilmu Komunikasi Wajib Tahu
TIMELINES.ID- Di negara demokrasi seperti Indonesia, rakyat didorong dan didukung untuk mengutarakan pendapat. Pendapat-pendapat yang mengkritik pihak berkuasa pun tak terkecualikan.
Tentu saja, tidak semua pendapat dapat diberikan perhatian yang sama. Jika semua isu mendapat prioritas setara, maka kepedulian masyarakat terbagi-bagi dan terpecah-pecah. Gerakan yang berarti tak mungkin terbentuk.
Karena itu, rakyat hanya dapat mengangkat isu tertentu yang dinilai “paling penting”, alias isu yang paling bisa membangkitkan kepedulian yang intens dari masyarakat.
Muncul lah sebuah pertanyaan:
Siapa yang menentukan penting atau tidaknya sebuah isu?
Peran Media dalam Membentuk Opini Publik
Menurut Agenda-Setting Theory, media massa memengaruhi opini publik dengan memberikan perhatian lebih pada isu-isu tertentu.
Contohnya, di Indonesia kita kerap melihat berita luar negeri dari tempat-tempat seperti Amerika Serikat, Eropa barat, dan Korea tapi jarang mendapatkan informasi tentang negara-negara Afrika atau negara-negara Asia Tenggara lain yang menjadi tetangga geografis bangsa kita.
Mengapa demikian?
Media belum tentu memberi sorotan pada topik yang menjadi kepenting publik.
Bisa saja (dan sering terjadi) media membawa kepentingan pihak-pihak tertentu ke ranah kesadaran publik.
Sejarah Agenda-Setting Theory
Teori Agenda-Setting pertama kali dipopulerkan pada tahun 1972 oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw di University of North Carolina.
Awalnya, McCombs dan Shaw mempelajari bagaimana media massa mempengaruhi pemilih pada pemilihan gubernur Florida pada tahun 1968. Mereka menemukan bahwa pemilih yang lebih banyak terpapar kepada berita tentang kandidat tertentu lebih cenderung memberikan suara kepada kandidat tersebut.
Teori Agenda-Setting berfokus pada kemampuan media massa untuk memilih topik atau masalah yang akan diangkat dan menjadi perhatian masyarakat, serta membuat masyarakat memandang topik tersebut penting. Melalui pemberitaan yang intensif terkait topik tertentu, media massa bisa memperkuat keyakinan, sikap, nilai, dan pandangan masyarakat.
Studi-Studi Agenda-Setting Theory
Setelah McCombs dan Shaw memopulerkan Agenda-Setting Theory, para peneliti dan ilmuwan komunikasi terus mempelajari teori ini. Sejauh ini, terdapat beberapa studi utama yang mengambil konsep dan metode Agenda-Setting Theory.
Salah satu studi utama adalah yang dilakukan oleh David Weaver pada tahun 1991 mengenai pemberitaan tentang AIDS. Ia menemukan bahwa media massa cenderung menjadikan AIDS sebagai topik utama dan memperlihatkan dampak yang signifikan dalam menentukan agenda publik terkait masalah penyakit menular seksual tersebut. Selain itu, Weaver menemukan bahwa pemilihan naratif berpengaruh dalam cara masyarakat memandang dan memahami AIDS.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.