Pengertian Agenda-Setting Theory, Anak Ilmu Komunikasi Wajib Tahu
Kemudian pada tahun 2000, McCombs dan Shaw kembali melakukan studi yang lebih canggih terkait penggunaan Agenda-Setting Theory. Dalam studi kali ini, mereka memilih lima kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat.
McCombs dan Shaw menemukan bahwa media massa bisa mempengaruhi isu yang diangkat oleh para kandidat. Pada akhirnya, kampanye pemilihan presiden menjadi kampanye di mana masyarakat lebih memperhatikan isu yang diangkat oleh media daripada isu yang sesuai dengan pandangan dan nilai mereka.
Penggunaan Agenda-Setting Theory oleh Media Massa
Media massa yang mencakup televisi, surat kabar, radio, internet, dan media sosial memiliki peran penting dalam menentukan agenda percakapan publik. Pemilihan topik yang akan dibahas di media akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap topik tersebut. Berikut beberapa cara media massa menggunakan Agenda-Setting Theory:
Penekanan pada topik tertentu.
Dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, media massa sering menyaring dan memilih berita yang layak untuk diangkat. Hal ini dapat mempengaruhi masyarakat untuk lebih menekankan topik yang diangkat oleh media.
Pemberian framing pada topik berita.
Media massa bisa memberikan pengaruh pada masyarakat dengan menciptakan framing atau kerangka berpikir terhadap topik berita yang dibahas. Dalam memilih framing, media massa juga mempengaruhi persepsi dan opini masyarakat terhadap topik tersebut.
Pemberian durasi dan jumlah pemberitaan.
Banyaknya konten yang berfokus pada suatu topik dapat memperkuat persepsi dan pentingnya masalah tersebut. Semakin banyak durasi dan jumlah pemberitaan suatu topik, maka semakin besar pula kemungkinan topik tersebut dipersepsikan oleh masyarakat sebagai hal yang penting.
Penggunaan sosial media.
Sosial media, yang kini sudah sangat populer dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern, memiliki potensi dalam menggunakan Agenda-Setting Theory.
Para pengguna sosial media seringkali lebih mempercayai informasi dan berita yang diperoleh dari teman-temannya di media sosial daripada media massa tradisional.
Oleh karena itu, dengan membuat suatu topik viral di media sosial, maka topik tersebut bisa memicu pengaruh dalam menentukan agenda publik.
Agenda-Setting Theory merupakan teori yang mempelajari cara media massa mempengaruhi persepsi masyarakat dan menetapkan agenda publik.
Teori ini telah dikembangkan sejak 1972 oleh McCombs dan Shaw, dan banyak dilakukan studi dan penelitian terkait konsep dan metodenya.
Media massa memiliki peran penting dalam menentukan topik yang diangkat dan dipertontonkan, serta memperkuat pandangan masyarakat terkait topik tersebut.(Dilansir dari Komunikasi.unhas.ac.id)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.