Mahasiswa KKN Pamit

Sementara itu, Ibnu, (16) salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengungkapkan kesannya selama berada di Desa Balok.

“Sangat luar biasa saya bisa berada di Desa Balok yang memang itu tepat sasarannya, karena memang Desa tersebut masih butuh pemberdayaan, terutama dari mahasiswa, karena mau tidak mau mahasiswa harus menyalurkan ilmunya, jadi kita disana sebagai fasilitator harus membantu memecahkan masalah dan memberikan solusi yang terbaik bagi Desa itu,” ungkap Ibnu.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan harapannya kepada Pemkab Beltim agar menjadi Kabupaten yang lebih maju lagi.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati dan Pemkab Beltim karena telah menerima kami dengan baik selama kami KKN. Semoga Kabupaten Beltim kedepannya lebih maju dan sukses. Dan kami harap pemerintah dapat memfokuskan pandangannya terhadap potensi sumber daya manusianya (SDM). Jadi tinggal berdayakan saja SDM-nya karena sumber daya alam (SDA) kita sudah punya tinggal pengelolaannya saja,” tutupnya.

Baca Juga  Jelang Even Nasional Jelajah Pesona Rempah Beltim, Tim Pokja Lakukan Photoshoot dan Syuting Kostum

Kegiatan audiensi ini merupakan rangkaian akhir dari KKN Kolaboratif antara Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang telah dimulai sejak hari Senin (24/1) lalu di Desa Nyuruk dan Desa Balok Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur.

Hadir juga pada audiensi ini Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Beltim Burhanudin dan Khairil Anwar, Dosen Pembimbing Universitas Muhamadiyah Bangka Belitung dan Universitas Muhamadiyah Purwokerto, Kepala Perangkat Daerah terkait dan 10 orang mahasiswa perwakilan dari Universitas Muhamadiyah Bangka Belitung dan Universitas Muhamadiyah Purwokerto. (Al Kominfo Beltim)