Mengetahui golongan darah bermanfaat untuk memudahkan pertolongan segera jika suatu saat ibu membutuhkan pendonor. Misalnya, bila ibu mengalami perdarahan hebat selama kehamilan atau kelahiran.

Selain itu, pemeriksaan golongan darah ini untuk melihat rhesus antibodi. Lewat pemeriksaan ini akan ketahuan kemungkinan rhesus antibodi yang dapat berdampak bagi janin.

Perlu kamu ketahui, jika darah ibu memiliki rhesus negatif dan bayi ibu positif, ada kemungkinan tubuh ibu akan memproduksi antibodi terhadap darah bayi. Antibodi ini dapat melewati plasenta dan menghancurkan sel darah bayi.

Ini kemudian mengarah pada kondisi ‘penyakit rhesus’, atau ‘penyakit hemolitik pada bayi baru lahir’. Ini biasanya tidak akan menimbulkan masalah pada kehamilan pertama, tetapi bisa memengaruhi kehamilan berikutnya dengan bayi RhD positif.

Baca Juga  Sering Mual dan Muntah? Coba Periksa Ginjal Ke Dokter

Karena itu, jagalah selalu kesehatan selama kehamilan dengan mengonsumsi vitamin. Baca artikelnya di laman ini: Catat, Ini 9 Rekomendasi Vitamin Ibu Hamil yang Bagus.

4. Tes skrining infeksi

Pemeriksaan darah yang ibu lakukan di awal kehamilan juga akan mencari beberapa infeksi yang bisa memengaruhi bayi Anda yang belum lahir. Tes pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit menular ini biasanya bisa ibu lakukan pada kunjungan antenatal pertama.

Beberapa tes tersebut meliputi:

●Rubella (campak jerman).
●Sipilis.
●Hepatitis B.
●Hepatitis C.
●HIV (human immunodeficiency virus).
●Varicella.
●Sitomegalovirus.

5. Deteksi kelainan genetik

Banyak kelainan genetik yang bisa ibu ketahui sebelum lahir. Itulah mengapa dokter bisa menawarkan tes genetik selama kehamilan bila ibu dan pasangan memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetik.

Baca Juga  Desa Gunung Mas Belitang Sembelih 10 Hewan Kurban, Duki: Dibagikan ke Duafa dan Mustahik

Contoh kelainan genetik yang bisa dokter diagnosis, antara lain:

●Penyakit sel sabit.
●Thalasemia.
●Cystic fibrosis.
●Hemofilia A.

(Dilansir dari Alodokter.com)