Fakta Bed Rest untuk Ibu Hamil, Penting untuk Kesehatan
●Preeklamsia, yang berpotensi membahayakan dan menimbulkan pembengkakan, peningkatan tekanan darah, serta protein dalam urin.
●Perdarahan vagina, yang terjadi akibat plasenta previa (plasenta menutupi sebagian atau seluruh leher rahim) atau solusio plasenta (plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya).
●Persalinan prematur, yang rentan terjadi pada ibu hamil sebelum minggu ke-37 kehamilan.
●Serviks inkompeten, yaitu kelemahan serviks yang membuat serviks terbuka (melebar) sebelum waktunya melahirkan.
●Kehamilan kembar atau lebih dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga tirah baring diperlukan untuk mengurangi risiko prematur.
●Jika ada tanda-tanda awal persalinan prematur, bed rest dapat menjaga kehamilan agar berlangsung lebih lama.
●Dalam beberapa kasus, kehamilan ektopik yang berbahaya dapat memerlukan bed rest sebelum tindakan medis.
●Memiliki kondisi janin yang berisiko tinggi, seperti terhambatnya pertumbuhan janin.
●Ibu hamil dengan riwayat bed rest atau persalinan prematur sebelumnya.
3. Berbaring miring adalah posisi terbaik
Posisi terbaik ibu hamil saat bed rest adalah berbaring miring dengan kaki ditekuk. Posisi ini memaksimalkan aliran darah ke rahim. Jangan lupa berganti posisi untuk mengurangi tekanan pada sendi dan otot.
Selain itu, ibu hamil juga perlu menempatkan bantal di beberapa area guna mencegah rasa tidak nyaman. Posisinya di antara lutut dan di belakang punggung, di bawah perut serta pinggul.
4. Perlu penanganan dan pemantauan lebih lanjut
Penanganan saat bed rest merupakan tindakan dan perhatian yang perlu diberikan tim medis pada pasien. Langkahnya akan tergantung pada kondisi medis dan seberapa parah gangguan yang dialami.
Selama tirah baring, pemantauan akan dilakukan oleh tim medis. Caranya melibatkan pengukuran tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, dan evaluasi gejala atau perubahan kondisi kesehatan pasien.
5. Boleh melakukan aktivitas ringan
Ada beberapa kegiatan atau aktivitas ringan yang boleh ibu hamil lakukan meskipun sedang bed rest. Beberapa di antaranya:
●Berjalan ke kamar mandi.
●Bergantian duduk dengan berbaring.
●Berjalan kaki singkat di dalam atau di luar rumah kurang dari 20 menit.
●Berdiri maksimal 20 menit.
●Bekerja di meja dalam posisi duduk.
●Naik beberapa anak tangga.
●Mandi satu kali sehari.
(Dilansir dari Halodoc.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.