BANGKA, TIMELINES.ID – Soraya (36) Warga Bukit Sekip, Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka sukses bertani tanaman hidroponik dengan memanfaatkan lahan di pekarangan rumah. Usaha ini awalnya hanya sebagai hobi, namun kini bisa menjadi sumber penghasilan.

Kepada timelines.id, Soraya menceritakan pada tahun 2018 nekat resign dari pekerjaan sebagai tenaga honorer di Pemkab Bangka lantaran ingin memiliki waktu yang berkualitas dengan ketiga anaknya. Namun siapa sangka, dari dalam rumah Soraya tetap bisa produktif menjadikan hobi sebagai ladang pundi-pundi penghasilan.

Memanfaatkan perkarangan rumah Soraya berhasil membudidaya sayuran hidroponik, aneka buah tambulampot, tanaman hias dan peternakan kelinci mininya dengan label AHS Mini Farm. Padahal, lulusan D3 Manajemen Informatika ini mengakui tidak memiliki riwayat bercocok tanam.

Berawal dari obrolan iseng di atas sepeda motor bersama Maryanto, suami tercinta yang sama-sama memiliki hobi dengan aneka jenis tanaman bisnis yang digeluti ternyata membuahkan hasil. Pengetahuan tentang perkebunan metode hidroponik Deep Flow Tehnik (DFT) dan teknik konvensional organik ia dapat dari sebuah buku pada 2014 silam.

Baca Juga  Satgas Halilintar Temukan 134 Ton Timah di 3 Gudang dan Smelter di Sungailiat, Diduga akan Diekspor

“Ceritanya kami ini agak terbalik dan tidak seperti teman-teman pada umumnya. Malah kami awal memulai aktifitas ini adalah karena ingin bisnis, ingin produktif. Karena waktu itu saya ada keinginan dan berencana resign dari pekerjaan agar ke depan bisa memiliki waktu lebih berkualitas untuk anak-anak. Sebagai pertimbangan suami yang kerja di lapangan dengan waktu lebih banyak di tempat kerja. Dan ternyata setelah menjalaninya, hati kami memang tertambat disini. Kami menyukai tanaman, dan mungkin jadi tidak biasa jika tidak menanam, ada rasa senang tersendiri melihat perkembangan tanaman. Tentu saja jelas ini sudah menjadi hobi. Alhamdulillah, kita Allah kasih hobi yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Hobi berhasil,” kata Soraya, Kamis (9/11/2023).

Baca Juga  Simpan 32 Paket Sabu, Pengedar Ini Diamankan Tim Kibas Satnarkoba Polres Bangka
Foto: Istimewa

Memanfaatkan perkarangan rumah seluas 160 meter persegi khusus untuk tanaman, Soraya membudidayakan sayuran hidroponik jenis sawi-sawian dan aneka selada dan sejenisnya. Hasilnya pun lumayan, namun dia bersama sang suami tak puas sampai disitu saja.

Pada tahun 2016, ia dan suaminya mulai mengembangkan tanaman tumbuh dalam pot (tabulampot) mulai dari belimbing dewa, putsa, beberapa jenis buah tin dan anggur, jambu siumik pala, jaboticaba yang biasa disebut anggur Brazil atau anggur pohon, jambu air, jeruk nipis, lemon, plum aussie dan markisa madu.

“Termasuk beberapa tanaman jadul yang sudah jarang dijumpai seperti rukam, buni, namnam sengaja ditanam sekedar untuk bernostalgia masa kecil dan wawasan bagi anak anaknya mengenai tanaman lokal di Bangka Belitung ini. Semua itu kami jalani masih dalam skala kecil, memanfaatkan pekarangan yang ada. Kalau candanya jangan sampai rugi. Kalau kosong, rugi,” ujar alumni SMAN 1 Sungailiat ini.

Baca Juga  Polisi Tegaskan Pemuda asal Lampung Murni Bunuh Diri

Kemudian pada tahun 2018, Soraya kembali menambah koleksi di perkarangan rumahnya dengan beberapa jenis tanaman hias seperti philodendron dan anthurium. Dan saat ini dirinya kembali mempelajari tanaman pangan rumah tangga secara organik.

“Yang sudah dicoba antara lain ada zukini, timun jepang, kacang panjang, radish, daun kelor dan lainnya. Biasanya kita ganti jenis tanamannya kalau sudah panen. Rotasi tanaman, tergantung lagi maunya apa. Atau bibit yang tersedia saat ini apa. Kita sesuaikan saja,” ujar wanita yang baru- baru ini menekuni dunia digital konten kreator ini.

Foto: Istimewa