Bagaimana Proses Diagnosis Kanker Payudara? Simak Penjelasannya
CT scan tidak hanya mengambil 1–2 gambar saja seperti halnya foto rontgen, namun alat ini mampu menghasilkan banyak gambar dalam satu kali pemeriksaan yang menunjukkan bagian dalam tubuh yang sedang diperiksa.
Tes pencitraan ini sering digunakan untuk melihat apakah terdapat penyebaran kanker payudara ke organ-organ di bagian dada dan perut, seperti paru-paru atau hati. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan dalam membantu mengarahkan dokter saat melakukan biopsi untuk mengambil sampel jaringan yang diduga kanker.
4. MRI Scan
Sama halnya dengan CT scan, magnetic resonance imaging scan atau MRI scan adalah pemeriksaan pencitraan yang dapat menghasilkan gambaran detail dari jaringan di dalam tubuh. Hanya saja, MRI menggunakan kombinasi dari gelombang radio dan magnet yang lebih kuat.
Umumnya, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan MRI scan apabila kanker payudara dicurigai sudah menyebar ke bagian otak atau sumsum tulang belakang.
5. USG
USG atau ultrasonografi adalah jenis pemeriksaan pencitraan yang dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran dari bagian tubuh tertentu. USG menggunakan alat kecil yang disebut transduser untuk menghasilkan gelombang suara yang memantul ke jaringan tubuh dan menimbulkan gema.
Setelah itu, transduser akan menerima gema dan mengirimkannya ke komputer untuk menampilkan suatu gambaran dalam bentuk video yang dapat dilihat dari layar monitor. USG dapat dilakukan di area payudara, ketiak, atau hati.
6. PET Scan
Positron emission tomography scan atau PET scan adalah jenis pemeriksaan pencitraan noninvasif yang menggunakan zat radioaktif dosis rendah, yaitu FDG (fluorodeoxyglucose). Zat radioaktif ini disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan nantinya akan terlihat berkumpul pada sel-sel kanker.
PET scan berfungsi untuk mendeteksi lokasi kanker di berbagai organ dalam tubuh, termasuk kanker payudara dan melihat apakah terdapat penyebaran kanker payudara ke bagian tubuh lainnya.
Sering kali, PET scan dikombinasikan dengan CT scan dalam suatu mesin khusus sehingga kedua pemeriksaan dapat dilakukan secara bersamaan. Hal ini memungkinkan dokter untuk membandingkan area yang kadar zat radioaktifnya tinggi pada PET scan dengan gambaran yang lebih rinci pada CT scan.
7. Bone Scan
Pemeriksaan bone scan dapat membantu dokter untuk mendeteksi secara spesifik apakah terdapat penyebaran kanker payudara yang sudah mencapai tulang. Bone scan mampu menunjukkan kondisi seluruh tulang dalam tubuh pada waktu bersamaan dan menunjukkan area kecil penyebaran kanker yang mungkin tidak terlihat pada hasil foto rontgen.
Dapatkan Tes Pencitraan untuk Mendeteksi dan Memantau Perkembangan Kanker Payudara di Siloam Hospitals
Untuk melakukan skrining kanker payudara, Siloam Hospitals menyediakan paket medical check up CT Scan Dada/Thorax (Non Kontras). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi ada tidaknya tanda-tanda penyebaran kanker payudara ke paru-paru, infeksi, kerusakan, atau kelainan pada rongga dada atau thorax.
Pemeriksaan ini juga dapat digunakan sebagai panduan bagi dokter dalam melakukan penusukan jarum untuk biopsi jaringan dalam dada yang dicurigai sebagai kanker atau untuk aspirasi cairan dari dalam rongga dada.
Lebih lanjut, pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi beberapa kondisi lainnya pada rongga dada, seperti:
●Tumor, cedera, perdarahan, infeksi, sumbatan, atau kondisi medis lainnya.
●Lokasi tumor, terutama tumor yang terdapat di saluran udara (bronkus).
●Perdarahan atau akumulasi cairan di paru-paru.
●Memantau jika terdapat efek samping dari terapi tumor atau kanker di dada.
●Memantau efektivitas dari terapi tumor atau kanker di dada.
●Mengetahui apakah terdapat perubahan dalam ukuran, bentuk, dan posisi organ-organ di dada dan perut bagian atas.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.