Ternyata Begini Cara Pemuda di Toboali Cetak Uang Palsu
Untuk dapat membuat tiruan upal seperti asli dirinya membutuhkan waktu sekitar satu pekan lamanya.
Selama satu pekan itu dirinya terus bereksperimen membuat upal. Tak ayal selamat percobaan tersebut ia juga sempat gagal dalam membuat upal.
“Awalnya coba-coba untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Belajar dari video YouTube, waktu yang dibutuhkan untuk membuat uang palsu seperti asli sekitar satu Minggu,” jelas Chandra.
Ia menambahkan, selama ini ia hanya membuat 17 lembar upal pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
Rinciannya sebanyak tujuh lembar upal pecahan Rp100 ribu dan 10 lembar upal pecahan Rp50 ribu.
Jika ditotal upal yang dicetak telah mencapai Rp1,2 juta. Sementara upal yang berhasil diedarkan baru mencapai Rp650 ribu sampai dirinya ditangkap Satreskrim Polres Bangka Selatan.
“Baru sekali mencetak uang palsu, jumlahnya sekitar 17 lembar. Pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Yang diedarkan juga belum banyak,” sebutnya.
Chandra mengaku menyesal telah membuat dan mengedarkan upal. Ia dan rekannya hanya bisa pasrah untuk menjalani hukuman.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.