Selain itu, anak juga merasakan nyeri di sekujur tubuh, mulai dari otot, tulang, sendi, tenggorokan hingga kepala.

Ciri khas lainnya dari fase demam berdarah ini yaitu kemunculan bintik-bintik merah. Hal ini bisa menandai penurunan trombosit secara signifikan sampai kurang dari 100 ribu per mikroliter darah.

Turunnya kadar trombosit bisa terjadi dalam waktu singkat, hanya dua sampai tiga hari. Semakin banyak bintik yang keluar, artinya trombosit semakin menurun.

Pasalnya, infeksi virus dengue mampu merusak titik-titik pembuluh kapiler dalam tubuh.

2. Fase kedua (Critical Phase)

Fase demam berdarah kedua ini terkenal juga sebagai fase kritis, sehingga orang tua wajib waspada.

Kendati demam sudah mulai menurun dan anak tampak pulih, pendarahan masih terus terjadi di dalam tubuh. Alhasil, detak jantung dan tekanan darah  berfluktuasi.

Baca Juga  Didominasi Garmin, 4 Rekomendasi Smart Watch Running Terbaik 2023

Dalam kasus parah, tekanan darah bisa turun ke tingkat yang sangat rendah sampai merusak organ vital, seperti ginjal dan hati. Kondisi ini tentu saja mengancam nyawa jika tidak segera mendapatkan penanganan.

Fase demam berdarah ini bisa terjadi tiga sampai tujuh hari setelah anak mengalami demam. Kemudian, kondisi ini berlangsung selama 24 hingga 48 jam.

Tanda anak telah memasuki fase kritis, yaitu:

●Sakit perut
●Muntah terus-menerus
●Pendarahan dari hidung atau gusi
●Mudah memar
●Feses berwarna hitam dan lengket
●Kesulitan bernafas

3. Fase ketiga (Recovery Phase) 

Setelah berhasil melalui masa kritis, anak akan memasuki fase demam berdarah yang ketiga, yaitu masa pemulihan alias recovery. Tahapan ini terjadi dalam 48 hingga 72 jam setelah fase kritis.

Baca Juga  PSSI Gelar Partner Summit Talk Show Bersama Marc Klok dan Firman Utina

Memasuki masa pemulihan, cairan yang tadinya keluar dari pembuluh darah akan masuk kembali ke pembuluh darah.
(Dilansir dari Halodoc.com)