“Tadi sudah dibuktikan dalam kegiatan ini yang hadir tidak hanya umat Buddha saja. Tapi ada agama lainnya. Data data kami juga Bangka Belitung ini memiliki keberagaman yang sangat baik sekali,” jelas Supriyadi.

Keharmonisan ini tentunya, dia harapkan, dapat diterus dijaga dalam menyambut pesta demokrasi yang tak lagi akan segera bergulir pada Pemilu 2024. Menurut Supriyadi, pada tahun politik nilai kebijaksanaan, keadilan harus terus dikedepankan sehingga dapat tercipta pemilu damai.

Dalam ritual pergantian arca Dewa Kwan Tie ini, Supriyadi berharap para umat Buddha dapat lebih meningkatkan lagi ketakwaan dalam beribadah.

“Lebih semangat lagi meningkatkan ketakwaannya. Karena ini adalah lambang dan karena rusak harus digantikan. Setelah diganti ke depannya orang semakin semangat untuk beribadah,” harapnya.

Baca Juga  Bikin Bangga, Atlet Silat Kabupaten Bangka Wakili Indonesia di Asean University Games Surabaya

Dewan Pembina Yayasan Dharma Bakti Abdi Sungailiat, Bambang Patijaya yang turut hadir dalam kegiatan pergantian arca Kelenteng Kwan Tie Miaw mengatakan kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur yang menjadi proses kesinambungan dalam beribadah pasca dilanda pandemi Covid 19 yang berlangsung 2.5 tahun.

“Ini wujud syukurlah saja. Proses kesinambungan dalam beribadah. Bentuk syukur kita setelah dilanda Covid 19 selama 2.5 tahun. Dan kita menuju arah yang lebih baik lagi,” kata pria yang saat ini duduk di kursi DPR RI. (**)