Penyebab, Jenis dan Gejala Osteonecrosis yang Wajib Diwaspadai
KESEHATAN,TIMELINES.ID- Osteonecrosis adalah penyakit sistem muskuloskeletal yang bisa berujung pada pengeroposan tulang. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke tulang, sehingga membuat jaringan pada tulang yang terletak di perlekatan sendi lama kelamaan akan mati (karena tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dari darah).
Jaringan yang mati tersebut akan membuat tulang menjadi mudah remuk atau keropos. Apabila kondisi ini terjadi di sekitar permukaan sendi, maka kondisi ini dapat membuat sendi menjadi mudah kolaps (berpindah dari posisi normalnya). Osteonecrosis memiliki beberapa sebutan lain, di antaranya avascular necrosis, nekrosis aseptik, dan nekrosis iskemik tulang.
Osteonecrosis sendiri dapat terjadi di bagian tulang mana saja, tetapi lebih sering terjadi pada ujung tulang panjang, seperti ujung tulang paha atas yang melekat pada sendi pinggul, ujung tulang paha atas yang melekat pada sendi lutut, dan ujung tulang lengan atas yang melekat pada sendi bahu.
Tidak hanya bagian-bagian tersebut, bagian tulang lain seperti tulang siku, pergelangan kaki, telapak kaki, telapak tangan, dan pergelangan tangan juga bisa mengalami osteonecrosis.
Sebagai informasi, osteonecrosis adalah salah satu komplikasi dari osteomyelitis, yaitu peradangan jaringan tulang karena infeksi bakteri atau infeksi karena kecelakaan.
Jenis Osteonecrosis
Berdasarkan penyebabnya, osteonecrosis terbagi menjadi dua jenis, yaitu traumatic osteonecrosis dan non traumatic osteonecrosis. Berikut masing-masing penjelasannya:
Traumatic osteonecrosis: Terjadi akibat kecelakaan seperti dislokasi atau patah tulang yang menekan pembuluh darah dan menghambat darah mengalir ke jaringan tulang.
Nontraumatic osteonecrosis: Terjadi tanpa adanya riwayat cedera yang berdampak pada tulang atau sendi. Beberapa penyebab dari tipe osteonecrosis ini misalnya seperti faktor genetik, kecanduan alkohol, atau tindakan medis.
Penyebab Osteonecrosis
Osteonecrosis bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang membuat aliran darah ke jaringan tulang terhambat. Jika hanya sebagian kecil tulang yang terdampak, biasanya tidak akan ada gangguan pada proses perbaikan jaringannya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.