Penyebab, Jenis dan Gejala Osteonecrosis yang Wajib Diwaspadai
Namun, di banyak kasus, mekanisme perbaikan jaringan tidak bekerja sebagaimana mestinya dan berujung pada matinya jaringan tulang.
Adapun penyebab osteonecrosis adalah sebagai berikut:
●Adanya trauma pada sendi atau tulang, seperti dislokasi sendi atau patah tulang.
●Adanya gumpalan lemak pada darah (fat embolism) yang menghambat darah mengalir ke jaringan tulang.
●Efek samping dari pengobatan tertentu seperti penggunaan obat kortikosteroid.
●Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok berlebihan.
●Kondisi medis tertentu, seperti leukimia, penyakit Gaucher, lupus, sickle cell disease, infeksi HIV, dan lain-lain.
●Efek samping dari pengobatan, seperti kemoterapi, transplantasi organ, dan radiasi.
Gejala Osteonecrosis
Biasanya, penderita osteonecrosis tidak merasakan gejala apapun di awal. Adapun beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita adalah rasa nyeri, terutama di area pinggul atau bokong, saat membawa beban berat atau bahkan jika sedang tidak melakukan aktivitas berat atau sedang beristirahat. Tidak hanya itu, sendi akan menjadi kaku dan sulit bergerak.
Jika tidak segera diatasi, tulang akan kolaps dan menyebabkan nyeri hebat. Waktu perkembangan gejala pun dapat bervariasi, bisa dalam skala mingguan atau bahkan tahunan, tergantung dari kondisi masing-masing penderitanya.
Diagnosis Osteonecrosis
Jika terdapat dugaan yang mengarah pada kondisi osteonecrosis, beberapa prosedur tes akan dilakukan seperti pemeriksaan fisik yang meliputi menekan dan menggerakkan sendi untuk melihat ada atau tidaknya hambatan dalam bergerak dan kepekaan sendi.
Setelah itu, tes pencitraan akan dilakukan untuk melihat bagian tulang mana yang terdampak, seperti foto rontgen, MRI, CT scan, dan scan tulang.
Pengobatan Osteonecrosis
Adapun metode pengobatan osteonecrosis yang dapat dijalani oleh penderita antara lain adalah mengonsumsi obat-obatan (seperti obat osteoporosis, obat NSAID, obat penurun kolesterol, dan obat pengencer darah), terapi fisik, hingga menjalani prosedur bedah apabila kondisi tak kunjung membaik bahkan setelah pemberian obatan-obatan dan melakukan terapi fisik.(Dilansir dari Siloamhospitals.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.