“Sosialisasi pencegahan tetap dijalankan, tapi efek ke anak-anak bisa saja dari media sosial, karena mereka bebas menggunakan handphone, menurut beberapa Guru Bimbingan Konseling (BK) yang melakukan penanganan kepada anak efek yang parah itu ada di game online, karena ada juga game yang memicu pada kekerasan,” ujarnya.

Al Hatas menambahkan, khusus untuk sekolah dasar sebenarnya tidak ada khusus guru BK. Tetapi wali/guru kelas, karena setiap wali kelas menangani satu kelas yang include dengan bimbingan konseling serta mata pelajarannya, kecuali mata pelajaran khusus seperti penjaskes dan Pendidikan Agama Islam.

“Kita sudah semaksimal mungkin mengawasi anak-anak ini pada saat belajar karena selalu diawasi oleh guru kelas, tetapi pada saat di luar jam sekolah kita terbatas untuk mengawasi mereka,” imbuhnya.

Baca Juga  Bateng Menuju Kandidat Sekolah Rujukan Google, Begini Persiapannya

“Saya selaku Sub Koordinator yang menangani permasalahan ini terus berupaya melalui pola-pola sosialisasi, edaran dan imbauan ke sekolah-sekolah agar kota Pangkalpinang ini menjadi sekolah yang ramah anak,” ujarnya. (Abrill)