Memiliki Kemiripan Ini Perbedaan OCD dan Perfeksionis
Salah satu perbedaan OCD dan perfeksionis dapat dilihat dari perilakunya. Orang dengan kepribadian perfeksionis biasanya ingin mengerahkan seluruh kemampuannya secara maksimal untuk memperoleh hasil yang terbaik dan sempurna. Hal ini dapat membuat seseorang cenderung menuntut dirinya sendiri ataupun orang lain untuk melakukan suatu tindakan secara tertata, teliti, dan mendetail.
Sementara itu, OCD adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa cemas secara berlebihan, sehingga membuat mereka melakukan suatu tindakan secara berulang demi menghilangkan rasa cemas tersebut. Bahkan, penderita OCD sering kali memiliki pikiran obsesif serta berperilaku secara kompulsif (memaksa) dan tidak masuk akal.
2. Pengaruh dalam Kehidupan Sehari-hari
Perbedaan OCD dan perfeksionis juga bisa dilihat dari pengaruhnya dalam kegiatan atau kehidupan sehari-hari. Perlu diketahui, kepribadian perfeksionis bisa memberikan dampak positif ataupun negatif, tergantung pada cara seseorang dalam mengeksekusi tindakannya. Berdasarkan dampaknya tersebut, perfeksionis bisa dibagi menjadi dua tipe, yaitu:
Perfeksionis adaptif atau sehat: Tipe perfeksionis yang membuat seseorang memiliki standar tinggi untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Orang yang berkepribadian perfeksionis adaptif cenderung gigih dan pantang menyerah saat menghadapi kesulitan. Tipe perfeksionis ini juga bisa membuat seseorang memiliki keterampilan dalam mengatur dan mengelola suatu hal dengan baik.
Perfeksionis maladaptif atau tidak sehat: Tipe perfeksionis yang menyebabkan seseorang cenderung disibukkan oleh suatu hal atau pemikiran secara berlebihan karena pernah mengalami kesalahan di masa lalu. Orang dengan tipe perfeksionis maladaptif cenderung merasa takut untuk membuat kesalahan sehingga membuat mereka dipenuhi keraguan dan sangat berhati-hati.
Di sisi lain, OCD lebih berisiko menurunkan kualitas hidup penderitanya. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang merasa takut dan cemas berlebihan terhadap suatu hal sehingga bisa menghambat aktivitas sehari-hari.
3. Cara Mengatasi
Karena termasuk gangguan kesehatan mental, OCD adalah kondisi yang perlu ditangani melalui penanganan medis, seperti psikoterapi dan pemberian obat-obatan. Terapi ini diketahui dapat membantu pasien untuk mengendalikan dan meredakan gejala OCD secara bertahap.
Sementara itu, kepribadian perfeksionis, terutama yang bersifat tidak sehat dapat ditangani dengan menerapkan pola pikir positif dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Orang yang memiliki kepribadian perfeksionis maladaptif atau tidak sehat disarankan untuk menerapkan pola pikir bahwa kesuksesan bukan berarti harus dilalui tanpa kegagalan.
Itu dia ulasan lengkap mengenai perbedaan OCD dan perfeksionis yang penting untuk dipahami. Jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala yang mungkin berkaitan dengan dua kondisi tersebut, sebaiknya segera lakukan konseling dengan psikolog atau psikiater melalui layanan Telekonsultasi. Fitur ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan saran perawatan yang tepat dari psikolog atau psikiater di mana pun dan kapan pun.(Dilansir dari Siloamhospitals.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.