TIMELINES.ID- Jika anak berbicara kasar tentu saja akan membuat Anda jengkel. Apalagi jika si kecil melakukan itu di tempat umum. Mungkin Anda bertanya-tanya dari mana ia mendapatkan kosa kata semacam itu.

Perlu Anda ketahui bawah anak adalah pendengar dan peniru yang andal. Untuk mengatasinya, yuk simak tips-tips berikut.

Kenapa anak sering berkata kasar?

Mengutip Healthy Children, berkata kasar atau berbicara dengan menggunakan bahasa kotor sering kali terjadi pada anak usia menjelang remaja. Biasanya, anak di usia ini berkata kasar karena alasan-alasan berikut.

●Ingin menunjukkan keberanian.
●Ingin menunjukkan diri bahwa ia bukan anak yang manja.
●Merasa dianggap “keren” di hadapan teman-temannya.
●Agar menjadi bagian dari pergaulan jika teman sepermainannya sering mengucapkan bahasa tersebut.
●Sebagai upaya membantah dan memberontak terhadap aturan dari orang tua
●Dalam kasus yang parah, anak berbicara kasar mungkin karena merasa stres atau frustasi.

Baca Juga  5 Cara Agar Mental Wanita Lebih Kuat, Harus Berani Lakukan Nomor 4 Ya

Selain anak yang menuju usia remaja, terkadang berbicara kasar diucapkan juga oleh anak yang berusia lebih muda, misalnya usia 6 tahun ke bawah. Biasanya anak di usia ini tidak tahu apa arti perkataan tersebut dan hanya meniru orang di sekitarnya.

Umumnya ia berbicara kasar hanya karena ingin mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya atau dari orang di sekitarnya.

Sebenarnya meniru adalah bagian dari proses perkembangan anak. Namun jika meniru hal-hal yang buruk tentu saja tidak baik. Anda perlu segera menghentikan hal ini agar tidak menjadi kebiasaan.

Bagaimana mengatasi anak yang berbicara kasar?

Bahasa kotor dan bicara kasar sangat banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Menurut studi dari The American Journal of Psychology, anak usia 8 tahun sudah dapat mengenal 54 kosa kata tabu yang beredar di masyarakat.

Baca Juga  Jangan Sepelekan Hal Ini, Ini Cara Mencairkan Daging Beku yang Tepat

Melansir Harvard Health Publishing, ada beberapa cara yang dapat Anda coba untuk mengatasi hal tersebut.

1. Hindari bereaksi berlebihan

Anda mungkin akan marah atau jengkel ketika mendapati anak berbicara kasar, baik kepada Anda maupun kepada orang lain. Padahal sebaiknya Anda menahan diri agar tidak terbawa emosi jika hal ini terjadi.

Jacqueline Sperling, psikolog dari Harvard Medical School mengatakan bahwa jika reaksi Anda berlebihan terhadap tingkah anak yang tidak sopan maka ia merasa berhasil mendapatkan perhatian. Di kemudian hari ia mungkin akan mengulanginya lagi untuk menarik perhatian Anda.