Nggak cuma di gunung, hiking bisa dilakuin di mana aja, kayak bukit, lembah, dan hutan. Jalur hiking pun biasanya udah ditandai sama pendaki sebelumnya atau sama pihak pengelola setempat, jadi lo nggak perlu susah-susah lagi buat nyari jalur, Bro.

Sebaliknya, mountain climbing punya jalur yang lebih tinggi dan lebih berat dibanding jalur hiking. Lo bahkan harus cari jalur sendiri buat sampai ke puncak. Nggak jarang, lo bakal ngelewatin jalur bebatuan yang berbahaya. Itulah kenapa aktivitas ini emang ngebutuhin skill khusus.

Skill dan Peralatan Teknis

Hiking umumnya nggak butuh skill khusus dan peralatan teknis buat ngelakuinnya. Selama tubuh lo sehat dan bugar, bukan nggak mungkin lo bisa sampai ke puncak. Lain halnya sama mountain climbing, lo harus punya skill dan peralatan khusus kalau mau cobain aktivitas ekstrem yang satu ini, Superfriends. Beberapa peralatan yang wajib dibawa yaitu tali, harness, dan karabiner. Sementara itu, skill yang harus dikuasai yaitu memanjat, mengikat tali simpul, dan menambatkan tali.

Baca Juga  Gak Mau Ngos-ngosan Saat Naik Gunung? Ini Latihan Fisik yang Harus Dilakukan

Tujuan dan Risiko

Hiking sering dilakuin buat tujuan healing atau sekadar seneng-seneng aja. Beberapa orang bahkan cuma hiking sampai pos tertentu dan tinggal di tenda sampai keesokan harinya. Dari segi risikonya, hiking cenderung aman selama nggak dilakuin di tengah cuaca buruk.

Sementara itu, mountain climbing biasanya dilakuin dengan tujuan menuntaskan ambisi. Yes, pendaki profesional umumnya punya keinginan buat menaklukkan gunung mana pun, bahkan yang ekstrem sekalipun. Risikonya pun lebih tinggi karena rutenya berbahaya dan cuacanya yang lebih tinggi. Itulah sebabnya mountain climbing butuh lebih banyak persiapan dan pengalaman dalam mendaki gunung.(Dilansir dari Superlive.id)